OkeEdukasi

FSGI Minta Kemendikbud Benahi Kendala Belajar Jarak Jauh

JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membenahi permasalahan pendidik dan guru yang menumpuk hingga kini. Pembenahan juga mereka minta dilakukan terhadap penyelesaian kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama wabah Covid-19.

Hal tersebut diungkap FSGI merespon pelantikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril, yang sebelumnya merupakan Staf Khusus Mendikbud Bidang Pembelajaran.

“[Mulai dari] masalah kompetensi, perlindungan, kesejahteraan, persoalan guru honorer termasuk yang sudah lolos seleksi P3K tapi tak kunjung diangkat, dan rasio ketimpangan guru di daerah dan perkotaan, serta sinergitas dengan LPTK dalam menyiapkan calon guru profesional,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan melalui keterangan pers dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (9/5).
Ia mengatakan banyak persoalan yang selama ini tak kunjung dibenahi Kemendikbud. Misalnya, soal belum mampunya guru mengkoordinasi jalannya PJJ secara efektif selama pandemi.

FSGI mencatat setidaknya 53 persen guru masih berorientasi pada penyelesaian kurikulum di tengah wabah. Padahal ini bertentangan dengan instruksi Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020.

Dalam hal ini, Satriwan menilai Iwan harus membangun koordinasi dan komunikasi yang baik antara dinas pendidikan daerah dan sekolah. Ia mengatakan keduanya tak bisa hanya saling mengandalkan satu sama lain.

“Apalagi menyerahkan begitu saja semua persoalan guru ke daerah dengan argumen, ini urusan daerah, guru itu milik daerah, atau berlindung dibalik merdeka belajar, daerah dan sekolah sudah diberi otonomi,” ujarnya.

Satriwan menilai kendala penyampaian proses belajar selama PJJ di daerah menunjukkan kegagalan koordinasi dan komunikasi dari pusat. Ia pun menilai Kemendikbud harus ambil andil dalam hal ini.
Kemudian, lanjutnya, perkara kompetensi guru perlu diutamakan. Ia menilai dibalik penilaian guru belum kompeten memelihara PJJ, pelatihan dan bimbingan yang diberikan Kemendikbud juga minim.

 

Sumber: CNNINdonesia

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button