OkeEdukasi

Dosen FE Unimed Teliti CSR BUMN di Sumut

Medan | okemedan. Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memfasilitasi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen Fakultas Ekonomi Unimed melalui pendanaan internal yang bersumber dari PNBP tahun 2020 dengan topik Penelitian mengenai Model Pengelolaan Anggaran Corporate Social Responsibilty perusahaan BUMN untuk optimalisasi penanggulangan bencana (Studi kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara).

Ketua Tim peneliti Dr Azizul Kholis SE MSi MPd CMA CSRS bersama anggota tim lainnya Dr Lukita Ningsih MSi dan Sulaiman Lubis SE MM dalam kegiatan Focus Group Discussion hasil data lapangan untuk penyempurnaan penelitian yang dilaksanakan di kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Jalan Sisingamangaraja No 198 Medan, menjelaskan bahwa salah satu potensi dana yang dapat membantu untuk dana bencana adalah anggaran CSR perusahaan BUMN.

Potensi dana CSR perusahaan di Sumut sangat besar karena terdapat 50 perusahaan BUMN yang beroperasi di Sumut dan terdapat 5 BUMN yang langsung berkantor pusat daerah ini yaitu PT Inalum (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Perkebunan Nusantara 2, PTPN 3  dan PTPN 4, selebihnya berkantor pusat di Jakarta tetapi memiliki perwakilan atau cabang di Sumut.

FGD diiukuti oleh berbagai unsur sebagai peserta yang diharapkan memberikan masukan untuk penyempurnaan hasil penelitian yaitu dari para fungsional peneliti Balitbangsu, anggota Dewan Riset Sumut, Praktisi CSR perusahaan BUMN dan Media online.

Menurut Dr Azizul, penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar potensi CSR perusahaan BUMN yang dapat dioptimalkan untuk membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana khususnya yang terfokus pada pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Data penelitian bersumber dari 50 perusahaan BUMN. Temuan data lapangan menunjukkan bahwa perusahaan BUMN sangat responsif terhadap permasalahan CSR yang difokuskan pada penanggulangan dan pencegahan penularan Covid-19 di sekitar lokasi operasi perusahaannya masing-masing.

Namun masih terdapat kendala khususnya bagi perusahaan BUMN dengan status kantor perwakilan/cabang dikarenakan program CSR merupakan kewenangan kantor pusat sehingga program yang diturunkan belum tentu sesuai dengan  situasi dan kondisi dilapangan.

Kendala lainnya adalah terjadinya penurunan pendapatan pada BUMN tertentu yang operasional perusahaannya terdampak covid-19, sehingga konsentrasi perusahaan tertuju pada efisiensi dan keberlangsungan operasional.

Dijelaskan lebih jauh Dr Azizul bahwa penelitian ini juga didukung oleh Balitbang Provsu sebagai mitra kegiatan.

Peran balitbang adalah sebagai perumus kajian yang dapat direkomendasikan kepada Pemda berdasarkan hasil riset. Untuk itu seluruh tim peneliti mengapresiasi dukungan pihak Balitbangsu sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu Kepala Balitbang Provsu Ir H Irman MSi yang juga Plt Kadis Kominfo Sumut menyambut baik kegiatan riset yang dilaksanakan oleh LPPM Unimed dan bermitra dengan Balitbang Provsu.

Dikatakan Irman bahwa Pemprovsu sangat  terbuka bagi perguruan tinggi yang ingin melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi agar terjadi sinergitas dan kemitraan strategis anatara kedua belah pihak khususnya dalam memberikan rekomendasi dan solusi kepada Provsu.

Ketua Tim peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada Dekan FE Unimed Prof Indra Maipita MSi PhD yang terus mendorong dan memfasilitasi para dosen dilingkungan FE untuk melaksanakan kegiatan penelitian dengan model kemitraan baik kepada Pemerintah maupun instansi lainnya.

Prof Indra sendiri ketika dimintai komentarnya terkait penelitan para dosen dilingkungan FE Unimed mengatakan bahwa sumber pendanaan kegiatan penelitian sebenarnya banyak yang bisa dimanfaatkan dan bahkan tidak terbatas seperti Riset Inovatif Produktif yang didanai LPDP, Riset unggulan yang didanai oleh Kemenristek/BRIN dan DRPM Kemendikbud, dana Riset dari perusahaan dan bahkan dari lembaga Internasional.

“Jadi jika Dosen mau fokus membuat proposal penelitian yang aktual dan sesuai panduan pemberi dana penelitian, diyakini dapat lolos untuk didanai,” ujarnya.

Prof Indra sejak tahun 2016 sudah menjadi reviewer tingkat nasional sebagaimana yang tertuang pada SK Keputusan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Penetapan Reviewer Proposal Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Nomor : KEP- o1 /LPDP/2019 dan Keputusan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Nomor KEP-;2,.C, /LPDP /2016 Tentang Penetapan Reviewer Proposal Bantuan Dana Riset Pembangunan Indonesia.

OM-zan

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button