OkeEdukasi

Dekan FE Unimed : Pengembangan UMKM harus Berbasis Digital

Medan I okemedan. Dekan Fakultas Ekonomi Unimed Prof Indra Maipita MSi PhD mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satu roda penggerak perekonomian Indonesia. Bahkan saat krisis Moneter tahun 1998, UMKM tetap eksis dan menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun saat ini, keberadaan UMKM pada masa pandemi Covid-19 ikut terdampak. Maka itu untuk membantu eksistensinya, UMKM harus berbasis digital (online) terutama dalam pemasarannya.

Hal itu dikatakan Prof Indra Maipita MSi PhD saat membuka Workshop Pendampingan Usaha Berbasis e-Gerai untuk Penguatan dan Perluasan Pemasaran Pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 di Kecamatan Tembung, yang dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi Unimed, Selasa (8/9/2020).

Program Kemitraan Masyarakat tahun 2020 yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) FE Unimed bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Medan Tembung ini dihadiri Camat Medan Tembung Ahmad Barli Mulia Nasution, Wakil Dekan I FE Unimed Dr Eko Nugrahadi MSi, Wakil Dekan II Dr Azizul Kholis SE MSi MPd, Wakil Dekan III Drs Johnson MSi, Kepala Prodi Kewirausahaan Khafi Puddin SE MSi, Kepala Laboratorium Sulaiman Lubis SE MSi serta puluhan pelaku UMKM dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dekan FE Unimed Prof Indra Maipita MSi PhD menyampaikan sambutannya saat membuka Workshop. OM-zan

Prof Indra Maipita menambahkan sejalan perkembangan teknologi terutama di era revolusi industri 4.0, keberadaan UMKM nyaris tertinggal dalam hal pemasaran karena semua serba digital. Apalagi saat pandemi ini, UMKM ikut terdampak kecuali yang bergerak di bidang IT.

“Saat ini semuanya baik yang besar maupun kecil terdampak karena pandemi, kecuali yang bergerak di bidang IT, karena semuanya sekarang sudah berbasis online,” ungkap Prof Indra Maipita.

Oleh karena itu, lanjut Prof Indra Maipita perlu pengembangan dan peningkatan UMKM bekerjasama dengan perguruan tinggi, mengenai pemasaran, desain maupun branding produk yang dihasilkan.

“Kewajiban kita selaku perguruan tinggi menerapkan ilmu-ilmu yang kita peroleh di sini untuk masyarakat. Apalagi terhadap pelaku UMKM yang berada di sekitar Unimed. Dan saya sangat mengapresiasi acara ini dan kita berharap hal seperti ini bisa berlanjut di masa yang akan datang,” harap Prof Indra Maipita.

Prof Indra Maipita mengungkapkan produk-produk UMKM Indonesia bagus, tetapi karena tidak bisa dipasarkan dengan baik sehingga tidak diketahui orang yang akhirnya pemasaran tidak berhasil dan optimal.

“Produk pabrik sebenarnya tidak begitu berkualitas, tetapi karena didesain serta dibranding dengan bagus serta dipasarkan seolah-olah lebih bagus sehingga optimal penjualannya,” katanya seraya menambahkan FE Unimed bisa membantu untuk bekerjasama dengan fakultas lain yang ada di Unimed untuk desain dan sebagainya, mulai dari situ sampai packaging-nya sampai branding sampai pemasarannya di online.

Dia mengatakan dari data-data yang ada, peluang bisnis digital di Indonesia salah satu terbesar di ASEAN, namun yang memanfaatkannya saat ini adalah orang luar negeri.

“Intinya kita kembangkan sendiri juga, dengan adanya e-gerai kita berharap nanti bisa terbantu dalam hal pemasarannya,” ujarnya.

Camat Medan Tembung Ahmad Barli Mulia Nasution pada sambutannya mengatakan kegiatan ini sudah lama diharapkan dalam upaya melakukan pendampingan pelaku UMKM Medan Tembung.

Camat Medan Tembung Ahmad Barli Mulia Nasution.

“Walau sedikit terkendali karena pandemi, tapi dapat juga terealisasikan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Unimed,” katanya.

Ahmad Barli menjelaskan, selama ini UMKM di Kecamatan Medan Tembung itu cukup banyak dan unik dan kreatif, cuma kami menilai memang di sana sini masih banyak kekurangan dari kemasan penampilan dan pemasaran,” katanya.

Ketua Pelaksana kegiatan Dr Azizul Kholis SE MSI MPd dalam sambutannya mengatakan pelaku UMKM di Kecamatan Medan Tembung yang sejatinya jumlahnya ratusan, tetapi karena keterbatasan protokol kesehatan, maka mengundang perwakilan untuk memberikan masukan tentang rancangan aplikasi yang akan dikembangkan oleh tim IT Metromatika dan diserahkan kepada Camat Medan Tembung.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan program kemitraan masyarakat dari LPPM Unimed. Namun kami merangkaikannya dengan kegiatan kerjasama antara pemerintah Kecamatan Medan Tembung dengan Fakultas Ekonomi dalam hal ini adalah pembinaan UMKM yang secara teknis perjanjian kerjasama itu nanti ditandatangani oleh pihak kecamatan dengan 9 Prodi yang ada di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan,” ucapnya.

Ketua Panitia Kegiatan Dr Azizul Kholis SE MSi MPd.

Azizul mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut antara pihak Unimed dengan Pemko Medan yang salah satu poin itu adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian dan kemitraan kepada masyarakat.

“Oleh sebab itu kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para camat yang telah menginisiasi dan memfasilitasi tim PKM Unimed untuk melaksanakan pendampingan dia itu kita akan membuat sebuah aplikasi yang memudahkan pelaku UMKM memasarkan produknya secara online jadi tahapan kegiatan yang pertama itu kami melakukan workshop di kantor camat Medan Tembung pada tanggal 27 Agustus, setelah itu kita melakukan survei melihat pelaku UKM dan hasil survei serta hasilnya kita serahkan kepada pihak Metromatika untuk pengembangan aplikasinya dan pada hari ini nanti kita akan melakukan workshop untuk menerima masukan dari para pelaku UMKM, ” ujarnya.

Azizul Kholis menambahkan, setelah penyempurnaan aplikasi, selanjutnya akan melaksanakan kegiatan pelatihan dan uji coba aplikasi yang dijadwalkan pada akhir bulan September, kemudian launching produk di aplikasi yang akan dapat memudahkan para pelaku di Medan Tembung untuk mengakses pasar dan pemasaran serta meningkatkan kapasitas usahanya secara digital.

OM-zan

 

 

Berikan Komentar

Baca Juga

Back to top button