OkeEdukasi

Advokasinya Sukseskan PJJ di Masa Pandemi Covid-19, Prof Syawal Gultom Raih Penghargaan dari Pemko Medan

Medan I okemedan. Atas konsistensi dan komitmen dalam memberikan advokasi, gagasan cemerlang dan strategi kongkrit dalam mensukseskan pola PJJ (pembelajaran jarak jauh) di masa pandemi Covid-19 dan masukan kongkrit lainnya dalam peningkatan mutu pendidikan di kota Medan, Prof Dr Syawal Gultom MPd memeroleh penghargaan dari Pemko Medan.

Penghargaan itu diberikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan SPd MM bersama Prof Dr Sri Minda Murni MS (Praktisi Pendidikan/Dosen Unimed), M Muliadi (Kasi Kelembagaan dan Saspras), Supri Harahap (Kasi Kurikulum), Jamal Husein Harahap MPd (Kepala Sekolah SMP N 42 Medan), Bambang Sudewo MPd (Kepala Sekolah SMP N 11 Medan), Dewi Sri Indriati K (Kepala Sekolah SMP N 24 Medan) dan Kimbananto (Tanoto Foundation) saat berkunjung ke Unimed, Kamis (3/9/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan SPd MM sangat berharap agar masukan dan gagasan dari Prof Syawal akan terealisasi dan diaplikasikan di sekolah-sekolah, khususnya kota Medan.

Katanya, perlu kolaborasi dengan Unimed dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Sehingga peran serta dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah dan juga lembaga-lembaga pendidikan dapat dirasakan di masyarakat.

“Nantinya kami juga akan terus mengevaluasi dan juga mendorong guru-guru dan kepala sekolah sesuai dengan apa yang menjadi masukan dari Prof Syawal. Semoga dapat memberikan dampak besar dan pengaruh positif terhadap kemajuan pendidikan di Sumatera Utara, khususnya kota Medan,” harapnya.

Prof Syawal Gultom memiliki kemampuan dan pengalamannya di bidang pengembangan SDM dan penjaminan mutu pendidikan di Kemendikbud, banyak memberikan inovasi-inovasi baru dan gagasan yang dapat mengubah cara pandang dan mindset guru dan kepala sekolah dalam melakukan pembelajaran yang efektif di masa pandemi.

Prof Syawal telah berperan aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif diberbagai seminar pendidikan secara daring, talkshow di TVRI, webinar optimalisasi peran keluarga dalam mensukseskan PJJ dan juga advokasi lainnya dibidang pendidikan untuk perubahan pola pendidikan di kota Medan yang lebih bermutu dan arah baru untuk kemajuan.

“Mengubah kebiasaan dan budaya yang sudah mengakar di masyarakat memang sangatlah susah, namun jika kita tidak mulai berubah dari diri sendiri maka mustahil melakukan perubahan. Kita ketahui bersama kondisi pendidikan dan moralitas bangsa saat ini sangat memperihatinkan. Hanya pendidikan yang dapat mengubah kemajuan bangsa menjadi lebih pesat. Kita memunculkan kesadaran baru, mendidik generasi muda hari ini adalah cara memperbaiki bangsa di masa depan. Dengan menyentuh hati dan membangunkan pemahaman/penalaran yang mendalam kepada kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua, karena pada hakikatnya membangun negeri dari sekolah. Cara untuk mengubah mindset dan membangunkan pemahaman/penalaran yang mendalam adalah dengan cara bergerilya ke sekolah-sekolah, lembaga dan institusi pendidikan, guru dan orang tua. Dengan menaklukkan hati, investasi masa depan mewujudkan Indonesia maju akan terwujudkan,” ungkap Prof Syawal Gultom.

Prof Dr Syawal Gultom MPd. Ist

Ketua Senat Unimed ini mengatakan sebagai pendidik harus menjadi seorang visioner dapat membayangkan masa depan anak, daripada hanya sekadar pendidik yang hanya mengajarkan pengetahuan yang output dan dampaknya tidak relevan dengan potensi dan masa depannya.

“Kita harus mengubah cara pandang dan mindset guru, harus ada inovasi pendidikan, problem solving, materi baru yang dibutuhkan utk masa depan tinggalkan pembelajaran yang sudah tak relevan. Pembelajaran kita harusnya berbentuk model sehingga dapat dipahami dengan mudah dan disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari yang membentuk karakteristik siswa menjadi lebih baik, tidak hanya mengandalkan nalar namun juga berbudi luhur. Semisal pembelajaran PPKn dan Bahasa Indonesia, tidak lagi menjadi mapel tetapi menjadi sumber tema pembelajaran. Dimana dikembangkan dalam semua pembelajaran, sehingga kolaborasi, kerjasama, komunikasi berbahasa, sopan santun dan nasionalisme tumbuh. Jangan hanya menghabiskan waktu untuk mempelajari sesuatu yang tidak begitu penting, atau materi yang tidak relevan dengan kebutuhan di masyarakat,” jelasnya.

Makanya, buah pemikiran Prof Syawal Gultom tampaknya disahuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan SPd MM.

Adlan sedari awal menjadi Kepala Dinas Pendidikan sangat tertarik dengan gagasan dan masukan untuk mengubah wajah pendidikan di Kota Medan menjadi unggul.

Bukan omongan belaka, Prof Syawal Gultom sewaktu menjabat Rektor Unimed Periode 2015-2019 menghantarkan Unimed terakreditasi A pertama di Sumatera Utara, pada tahun 2016.

Sewaktu menjabat di ESDM Kemendikbud, Prof Syawal juga banyak membantu para guru dan kepala sekolah untuk peningkatan kualitas mutu pendidikan.

OM-zan/ril 

Berikan Komentar

Tags

Baca Juga

Back to top button
Close