Ditulis oleh:
Tim Field Project Study (FPS) Politeknik Pariwisata Medan
Pernahkah kamu melihat hamparan sawah yang membuat ingin berhenti sejenak dan menikmatinya? Pemandangan seperti itu dapat ditemukan di Desa Wisata Sugihen, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo. Desa ini memiliki lanskap sawah terasering yang menjadi salah satu daya tarik khas kawasan tersebut.
Bagi masyarakat Sugihen, sawah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Warga menanam, merawat, hingga memanen hasil pertanian di lahan yang menjadi salah satu sumber penghidupan mereka. Namun bagi pengunjung, susunan sawah yang bertingkat memberikan pemandangan yang berbeda dari hamparan persawahan pada umumnya. Petak petak sawah mengikuti bentuk alami lereng, sehingga terlihat bertingkat dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Bentuk ini menghasilkan garis-garis pematang yang menjadi ciri khas lanskap Sugihen.
Menariknya, setiap petak sawah tidak selalu berada pada tahap yang sama. Terdapat petak sawah yang masih ditumbuhi padi hijau, sementara sawah lainnya baru selesai dipanen atau sedang dipenuhi air. Perbedaan kondisi tersebut membuat warna dan tampilan sawah terus berubah mengikuti siklus pertanian masyarakat. Dari beberapa titik di sekitar desa, pemandangan menjadi semakin luas. Hamparan sawah terasering terlihat dengan Gunung Sinabung di kejauhan sebagai latar. Pematang sawah mengikuti bentuk lereng dan melewati pepohonan serta permukiman sebelum pandangan mengarah ke siluet gunung.
Tampilan lanskap juga berubah mengikuti waktu dan cuaca. Saat matahari bersinar, warna hijau sawah terlihat lebih jelas. Ketika awan menutupi sebagian cahaya, warna pada setiap sawah ikut berubah. Genangan air di beberapa lahan sawah bahkan dapat memantulkan langit dan memberikan suasana yang berbeda.
Bagi masyarakat setempat, pemandangan tersebut mungkin merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun ketika dilihat dari sudut pandang wisatawan, aktivitas pertanian, bentuk sawah, pepohonan, dan Gunung Sinabung berpadu menjadi lanskap yang menarik untuk dinikmati.
Daya tarik Desa Wisata Sugihen tidak selalu berasal dari sesuatu yang sengaja dibangun untuk wisata. Justru dari kehidupan sehari-hari masyarakat dan lanskap pertaniannya, Sugihen memiliki karakter yang khas. Sawah terasering, aktivitas bertani, kontur alam, dan pemandangan Gunung Sinabung menjadi bagian dari wajah desa yang sederhana dan alami. **








