Lentera Kutarayat: KKN UINSU 2026 Sukses Laksanakan Berbagai Program Pemberdayaan Masyarakat

KARO | okemedan

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun 2026 yang mengusung semangat “Lentera Kutarayat” sukses melaksanakan berbagai rangkaian program kerja di Desa Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Jumat, (31/7/26). Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa UINSU hadir di tengah masyarakat dengan membawa semangat pengabdian, kolaborasi, dan pemberdayaan. Berbagai
program yang telah dirancang bersama masyarakat dan pemerintah desa berhasil direalisasikan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa.

Sejumlah program kerja yang telah terlaksana antara lain program pendidikan, melalui kegiatan pendampingan belajar, edukasi dan aktivitas bersama anak-anak desa, program keagamaan, berupa kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat, program sosial dan kemasyarakatan, yang mendorong kepedulian serta kebersamaan antarwarga; serta program kebersihan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang sehat dan nyaman. Selain itu, mahasiswa KKN juga melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tema
yang telah diusung oleh pihak kampus yaitu “Moderasi, ekoteologi dan sejahtera (Mesra) .

Potensi Desa Wisata Jadi Program Utama Salah satu program unggulan dalam pelaksanaan KKN UINSU 2026 di Desa Kuta Rayat adalah pengembangan potensi desa wisata. Program tersebut berangkat dari melihat berbagai potensi yang dimiliki Desa Kuta Rayat, mulai dari keindahan alam, panorama pegunungan, potensi pertanian, perkebunan, hingga komoditas lokal seperti kopi Arabika yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik wisata desa.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan potensi yang ada, tetapi juga melakukan penggalian informasi, diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat, serta merumuskan konsep pengembangan potensi wisata yang dapat menjadi salah satu alternatif penguatan ekonomi masyarakat. Pengembangan potensi desa wisata diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat dan pemerintah Desa Kuta Rayat untuk terus mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

KKN Sebagai Ruang Kolaborasi

Ketua kelompok KKN UINSU 2026 Desa Kuta Rayat menyampaikan bahwa keberhasilan berbagai program yang dilaksanakan tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh masyarakat Desa Kutarayat. Kehadiran mahasiswa selama kurang lebih satu bulan menjadi ruang untuk belajar sekaligus mengabdi. Mahasiswa tidak hanya membawa program dari kampus, tetapi juga belajar memahami kondisi, kebutuhan, potensi, serta kehidupan sosial masyarakat secara langsung.

“KKN bukan hanya tentang program yang kami tinggalkan, tetapi tentang hubungan, pengalaman, dan semangat kolaborasi yang kami bangun bersama masyarakat. Kami berharap apa yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi awal bagi Desa Kuta Rayat untuk terus berkembang, khususnya dalam mengoptimalkan potensi desa wisata yang dimiliki,” ungkap Dian Syahputra Lubis selaku Ketua KKN.

Dengan terlaksananya berbagai program tersebut, Lentera Kutarayat menjadi lebih dari sekadar nama kelompok KKN. Ia menjadi simbol semangat mahasiswa UINSU untuk hadir, belajar, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. KKN UINSU 2026 di Desa Kutarayat pun ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Meninggalkan desa bukan berarti berakhirnya hubungan, melainkan menjadi awal dari cerita dan kenangan yang akan terus dibawa oleh mahasiswa maupun masyarakat.

“Dari Kuta Rayat, kami belajar bahwa pengabdian bukan tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat ditinggalkan.” Ujar Sherly Nurhaliza Br Damanik selaku Sekretaris KKN.

OM – Akbar Aldi Kautsar