Pertamina EP Rantau Field Gelar Kelas Berdaya, Ajarkan Siswa SLBN Pembina Aceh Tamiang Tanggap Bencana dan Peduli Lingkungan

ACEH TAMIANG | okemedan

Pertamina EP (PEP) Rantau Field terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Kelas Berdaya. Kali ini, program tersebut menyasar 35 siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang dengan memberikan edukasi tentang mitigasi bencana dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini diikuti siswa tingkat SD, SMP hingga SMA dengan beragam kebutuhan khusus. Program tersebut menggandeng kelompok binaan Satgas Digdaya dan Program Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP).

Edukasi tanggap bencana dinilai penting diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui pendekatan yang sederhana, visual dan praktik langsung, para siswa diperkenalkan dengan langkah-langkah menghadapi situasi darurat sekaligus pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Wakil Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Budi Gunawan, mengapresiasi pelaksanaan Kelas Berdaya. Menurutnya, pendidikan kebencanaan dan kepedulian lingkungan sangat penting bagi siswa berkebutuhan khusus karena membutuhkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan mereka.

“Acara ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka diajarkan terlibat dalam aksi penghijauan dan belajar mitigasi bencana. Kelas Berdaya sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri, kepedulian sosial dan karakter peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Rangkaian Kelas Berdaya diawali dengan penyerahan bantuan puluhan alat kebersihan kepada pihak SLBN Pembina Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut di antaranya berupa sapu, serokan, kain pel dan ember yang diharapkan dapat menunjang kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penghijauan. Para siswa bersama guru dan perwakilan manajemen PEP Rantau Field menanam 42 bibit pohon di area pelataran sekolah.

Kegiatan penanaman pohon tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas penghijauan, tetapi juga bagian dari edukasi mitigasi bencana berbasis alam.

“Menanam pohon sebagai mitigasi berbasis alam untuk mengurangi risiko banjir dan dampak perubahan iklim. Seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim,” kata Budi Gunawan.

Sementara itu, Pjs Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Mulki Hakiem Adli Mustaqiem, mengatakan Kelas Berdaya merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) secara berkelanjutan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus.

“Kami percaya bahwa perubahan selalu diawali dengan langkah-langkah sederhana. Seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kepedulian sejak dini,” ungkapnya.

Ia berharap Kelas Berdaya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para siswa SLBN Pembina Aceh Tamiang, terutama dalam membangun kemandirian, kepercayaan diri serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Program Kelas Berdaya dirancang menggunakan materi yang mudah dipahami oleh siswa berkebutuhan khusus. Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan visual dan praktik langsung agar siswa lebih mudah memahami informasi yang diberikan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai langkah pencegahan dan evakuasi yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

Selain mitigasi bencana, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, melakukan penghijauan dan merawat lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekilas Pertamina EP Rantau Field

PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh.

Operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) serta Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA).

Area operasional PEP Rantau tersebar di empat kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan 20 desa.

Dalam menjalankan aktivitasnya, PEP Rantau juga konsisten melaksanakan berbagai Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan serta tanggap bencana.

Melalui program-program tersebut, Pertamina EP Rantau Field berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk memastikan kelompok berkebutuhan khusus memperoleh akses terhadap edukasi kebencanaan dan lingkungan.

OM – hm ilyas