TNI AU Kerahkan Pesawat untuk Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel

Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Kasus Karhutla.

MEDAN | okemedan
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Pesawat untuk modifikasi cuaca serta dukungan operasi penerbangan untuk pemadaman titik api dari udara menggunakan metode water bombing,” katanya lewat keterangan tertulis, Minggu (23/8) seperti dilansir detik.com.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kata Hilman, TNI bersinergi dengan unsur Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pemadaman dan pengendalian titik api.
Ia menambahkan penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi dan kerjasama seluruh pihak. Personel di lapangan diarahkan untuk mengutamakan keselamatan, bergerak cepat, serta melakukan pemadaman secara efektif agar api tidak meluas.

“Kami akan terus mendukung pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut 696 titik panas (hotspot) muncul di Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan pemutakhiran data pada Minggu (23/8), dengan tingkat intensitas api dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru Fitma Surya Arghani di Banjarbaru, Minggu, mengatakan dari 696 titik panas tersebut, sebanyak 45 titik berada pada tingkat rendah, 622 titik tingkat sedang, dan 29 titik tingkat tinggi.

Laporan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru menunjukkan evaluasi Fire Weather Index (FWI) terhadap wilayah Kalimantan Selatan didominasi indikator tingkat tinggi atau zona merah yang menunjukkan tingkat intensitas api dan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Data koordinat dan lokasi administratif, sebaran titik panas utama meliputi Kabupaten Banjar 127 titik, Hulu Sungai Selatan (115 titik), Tapin (104 titik), Hulu Sungai Utara (65 titik), Tanah Laut (58 titik), Hulu Sungai Tengah (48 titik), serta Kotabaru 46 titik,” ujar Fitma mengutip Antara.
Padamkan titik api di Sumsel

TNI AU juga berupaya memadamkan api menerapkan metode water bombing di karhutla wilayah Palembang, Sumatera Selatan. Proses pemadaman karhutla itu dilakukan oleh jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan proses pemadaman karhutla bermula ketika petugas melakukan patroli udara ke beberapa tempat. Saat berpatroli, petugas menemukan beberapa titik api di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Titik-titik api tersebut selanjutnya ditindaklanjuti secara bertahap melalui upaya pemadaman,” kata Nyoman.

Eks penerbang pesawat angkut ini mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Forkopimda, serta seluruh instansi terkait di daerah saat melakukan pemadaman karhutla.

Hingga saat ini, kata dia, helikopter milik TNI AU itu masih disiagakan untuk memadamkan api di beberapa titik. Dia memastikan helikopter itu akan terus disiagakan hingga karhutla selesai ditangani.

Polisi tetapkan 72 Tersangka
Dalam pada itu, Bareskrim Polri total menetapkan 72 tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Moh. Irhamni mengatakan jumlah 89 laporan polisi (LP) yang diterbitkan 9 Polda. Masing-masing yakni, Polda Riau, Polda Polda Kalbar, Polda Sumsel, Polda Jambi, Polda Kalteng, Polda Kalsel, Polda Kaltim, Polda Alceh, dan Polda Kaltara.

“Kesembilan Polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan,” kata Irhamni dalam jumpa pers di Bareskrim, Minggu (23/8).

Menurut dia, polisi menemukan unsur kesengajaan dalam sejumlah kebakaran. Dia memastikan kebakaran tersebut bukan karena pemanasan iklim atau El Nino.
Bahkan, kata Irhamni, pembakaran hutan dan lahan diduga untuk pembukaan lahan untuk penanaman sawit pada musim hujan mendatang. Hal itu terkuak lewat penyitaan barang bukti yang salah satunya adalah barang sawit siap tanam.

“Rekan-rekan tahu ini adalah musim panas, sangat mudah untuk melakukan pembakaran dan dilakukan penanaman perkebunan sawit pada masa musim hujan nantinya,” katanya.

Sedangkan, sejumlah barang bukti yang disita antara lain 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM jenis solar, 2 jerige 10 liter yang berisikan BBM jenis solar, 2 botol plastik BBM jenis Pertalite.

Kemudian, 1 botol plastik minyak tanah, 21 parang, 2 kapak, 1 cangkul, 39 batang kayu bekas terbakar, 5 buah plastik sampel tanah terbakar, 2 unit senso, 13 plastik bekas polybag, 6 batang bibit sawit, dan 1 pasang sepatu bot.

“Dari barang bukti- barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan tentunya,” kata Irhamni.
OM – CNNIndonesia.com