JFS Dorong Jujitsan Sumut Bermental Kuat di Tengah Perubahan Zaman

MEDAN | okemedan 

Jujitsu Fighter Sumatera Utara (JFS) terus memperkuat kualitas pembinaan dan kapasitas sumber daya pelatih. Salah satunya melalui Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Jujitsu yang digelar di Dojo PDAM Tirtanadi, Jalan SM Raja, Medan, Minggu (9/8/2026).

Ujian ini bukan sekadar menjadi ajang untuk mengukur kemampuan teknik para pelatih, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat mental, karakter, tanggung jawab, serta visi dalam mengembangkan olahraga bela diri jujitsu di Sumatera Utara.

Ujian kenaikan tingkat tersebut dipimpin langsung Ketua Umum JFS Andy P Koesno selaku penguji.

Tiga pelatih JFS mengikuti ujian kenaikan tingkat dengan materi yang cukup komprehensif. Selain pengembangan teknik jujitsu, peserta juga dituntut mampu menunjukkan kemampuan pribadi dalam menjabarkan fungsi ilmu bela diri serta memiliki pandangan terhadap perkembangan jujitsu ke depan.

Adapun tiga pelatih yang mengikuti UKT tersebut yakni:

  • M Hafis, Ketua Dewan Pelatih JFS, dari DAN V naik ke DAN VI.
  • Surya Dharma, Wakil Ketua Dewan Pelatih JFS, dari DAN IV naik ke DAN V.
  • Riky Hamdani, Bendahara JFS, dari DAN II naik ke DAN III.

Dalam proses ujian, kemampuan teknis menjadi salah satu aspek yang dinilai. Namun, JFS memberikan penekanan lebih luas terhadap pemahaman dan pengembangan pribadi seorang pelatih.

Para peserta diuji mengenai kemampuan mengembangkan teknik jujitsu, memahami fungsi ilmu bela diri, serta menjabarkan visi dan pemikiran mereka terhadap perkembangan jujitsu di masa mendatang.

Ketua Umum JFS Andy P Koesno menegaskan bahwa kenaikan tingkat harus diikuti dengan peningkatan tanggung jawab.

Menurut Andy, semakin tinggi tingkat seorang jujitsan, maka semakin besar pula peran yang harus dijalankan dalam membina dan mencerdaskan generasi berikutnya.

Ia juga menilai olahraga bela diri, khususnya jujitsu, memiliki peran penting dalam membentuk mental dan karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman yang berlangsung begitu cepat.

“Dapat lebih optimal mencerdaskan murid tentang perlunya pembinaan mental melalui bela diri, khususnya jujitsu, menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat,” ujar Andy.

Andy mengingatkan seluruh jujitsan agar tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga mampu menyikapi berbagai perubahan dan pengaruh yang muncul di era modern.

“Setiap jujitsan harus mampu memilah hal positif dan hal yang negatif agar kemajuan zaman berdampak positif juga buat kita,” tegasnya.

Sementara itu, M Hafis yang berhasil naik dari DAN V ke DAN VI menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk terus berkiprah sebagai pelatih dan mengembangkan JFS/ISJ.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang masih memberikan kesehatan kepada kita semua sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk terus berkiprah dan melaksanakan tugas selaku pelatih Jujitsu dalam mengembangkan organisasi JFS/ISJ ke depan,” kata Hafis.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan yang telah memberikan ucapan atas kenaikan tingkat yang diraihnya.

Namun bagi Hafis, kenaikan tingkat bukanlah simbol kehebatan seseorang. Sebaliknya, pencapaian tersebut harus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab yang diemban semakin besar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan ucapan dan hal ini menjadi doa bagi saya agar tetap amanah. Sebagai manusia biasa, jujur saya katakan bahwa kenaikan tingkat bukan menunjukkan sesuatu kehebatan, tetapi lebih dituntut tanggung jawab yang semakin besar,” ujarnya.

Tanggung jawab tersebut, lanjut Hafis, bukan hanya kepada organisasi, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hafis kemudian mengajak seluruh pelatih JFS untuk menjaga kekompakan dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi.

Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang dimiliki para pelatih harus terus diwariskan kepada para jujitsan junior agar memberikan manfaat yang lebih luas.

“Untuk itu saya mengajak seluruh rekan-rekan pelatih untuk tetap kompak dan berusaha memberikan yang terbaik ilmu yang telah diperoleh demi memberikan manfaat bagi orang banyak dan khususnya bagi para jujitsan junior kita,” pungkasnya.

Ujian Kenaikan Tingkat JFS ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga kualitas pembinaan jujitsu di Sumatera Utara.

Dengan semakin meningkatnya kapasitas para pelatih, JFS diharapkan mampu memperkuat proses regenerasi sekaligus melahirkan jujitsan yang tidak hanya tangguh dalam penguasaan teknik, tetapi juga memiliki mental kuat, karakter positif, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Bagi JFS, kenaikan DAN bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Sebaliknya, tingkatan baru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengembangkan jujitsu, membina generasi muda, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

OM – siah