Usia Emas PRSU Menjadi Fondasi Baru Menuju Pusat Promosi Perdagangan dan Investasi Nasional

MEDAN | okemedan

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 resmi ditutup setelah berlangsung selama 31 hari, sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026. Mengusung tema “Harmoni Emas”, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting dalam perjalanan lima dekade PRSU untuk memulai transformasi menuju penyelenggaraan yang lebih profesional, modern, inklusif, dan berdaya saing.

Direksi PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PT PPSU) menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, tenaga, pikiran, dan kolaborasi sehingga PRSU ke-50 dapat terselenggara dengan aman, tertib, dan sukses.

Menurut Direksi PT PPSU, usia emas PRSU bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi menjadi titik awal untuk mengembalikan PRSU sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Sumatera Utara sekaligus sebagai instrumen pembangunan daerah melalui perdagangan, investasi, budaya, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Melalui tema “Harmoni Emas”, PRSU menghadirkan wajah baru yang lebih terbuka,
inklusif, dan kolaboratif dengan memberikan ruang bagi seluruh etnis, suku, komunitas, pelaku
usaha, akademisi, generasi muda, serta insan seni dan budaya untuk menampilkan karya dan
potensi terbaiknya. Transformasi tersebut menegaskan komitmen menjadikan PRSU sebagai
rumah bersama bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, PRSU menghadirkan paviliun kabupaten dan kota serta satu
paviliun negara sahabat, Pulau Pinang, Malaysia, sebagai etalase promosi potensi daerah, peluang investasi, destinasi pariwisata, kekayaan budaya, dan produk unggulan Sumatera Utara. Kawasan pameran juga diikuti oleh 50 peserta Pameran Terpadu yang terdiri atas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perguruan tinggi, dan pelaku UMKM, serta didukung kehadiran 13 tenant kuliner dan 12 peserta Sumut Merchant Coffee Culture yang memperkenalkan kekayaan kuliner dan kopi khas Sumatera Utara.

Sebagai bagian dari penguatan fungsi pelayanan publik, PRSU juga menghadirkan Paviliun Dinas Pendidikan, layanan publik terpadu, serta kawasan rekreasi keluarga. Seluruh partisipasi tersebut menunjukkan bahwa PRSU telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan.

Penyelenggaraan PRSU ke-50 juga menjadi bukti bahwa sebuah agenda berskala besar dapat dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keberhasilan ini didukung oleh sinergi Organisasi Perangkat Daerah, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, serta berbagai mitra strategis melalui pola kemitraan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Selama penyelenggaraan, panggung PRSU menampilkan 3.064 pengisi acara yang terdiri atas 201 talenta nasional, 1.274 talenta kreatif Sumatera Utara, 1.333 penampil panggung budaya, dan 256 peserta kompetisi. Lebih dari 75 persen konten pertunjukan berasal dari talenta Sumatera Utara sebagai bentuk komitmen dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi putra- putri daerah untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat ekosistem seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Kesuksesan penyelenggaraan juga tidak terlepas dari dedikasi lebih dari 600 personel yang terdiri atas Event Organizer, petugas keamanan, tenaga kesehatan, petugas kebersihan, petugas pemadam kebakaran, teknisi, relawan, dan berbagai unsur pendukung lainnya yang bekerja sejak tahap persiapan hingga penutupan.

PRSU ke-50 berhasil mencatatkan trafik sebanyak 161.309 orang, yang terdiri atas pengunjung, tamu undangan, peserta pameran, talenta, tamu kehormatan, insan pers, serta berbagai mitra pendukung lainnya. Sementara itu, nilai perputaran transaksi ekonomi selama penyelenggaraan mencapai Rp50.712.483.695, yang mencerminkan kontribusi nyata PRSU terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika perekonomian saat ini.

Bagi penyelenggara, keberhasilan PRSU tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan. Keamanan, kenyamanan, kualitas layanan, kepuasan pengunjung, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan menjadi indikator utama dalam proses
transformasi PRSU menuju penyelenggaraan yang semakin berkualitas.

PRSU ke-50 juga memperoleh perhatian dari pemerintah pusat melalui kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI sebagai bagian dari upaya mendorong PRSU menjadi agenda nasional yang didukung oleh Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Di sektor industri masa depan, kunjungan Persatuan Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan kendaraan listrik dan energi baru
terbarukan. Kehadiran Periklindo memperkuat posisi PRSU sebagai platform promosi yang mampu mendukung transformasi industri sekaligus mendorong terciptanya iklim investasi yang semakin kondusif di Sumatera Utara.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara juga memperluas jejaring kemitraan melalui penjajakan kerja sama di sektor kesehatan dan energi
bersama PT CNEC Engineering Indonesia serta PT Kartika Amersial Aquasys. Langkah tersebut diharapkan menjadi katalis dalam menghadirkan investasi baru, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Di bidang perdagangan internasional, kehadiran Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menjadi langkah strategis dalam membuka peluang transaksi business-to-business (B2B), memperluas akses pasar ekspor, dan memperkuat promosi komoditas unggulan Sumatera Utara di pasar global.

Momentum PRSU ke-50 juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT
Pembangunan Prasarana Sumatera Utara dengan Rumah Sakit Umum Haji Medan sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis yang mendukung pengembangan kawasan PRSU serta peningkatan nilai ekonomi penyelenggaraan di masa mendatang.

Direksi PT PPSU menegaskan bahwa seluruh kritik, masukan, dan saran yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan PRSU pada tahun-tahun berikutnya.

OM – diur