MEDAN | okemedan
Sebanyak 20 mahasiswa terbaik Hyejeon University yang dikenal sebagai “Chef Junior” tampil dalam Hyejeon K-Food Global Challenge 2026 yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra Medan.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut merupakan calon chef profesional yang sedang menempuh pendidikan pada program Culinary Arts Hyejeon University dan telah mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik memasak Korea, gastronomi modern, hingga manajemen restoran.
Kompetisi ini menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah berbagai hidangan khas Korea dengan standar internasional.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Hyejeon University, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara, serta Medan Korean Center, dengan dukungan penuh dari Konsulat Kehormatan Republik Korea di Medan.

Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk nyata penguatan hubungan Indonesia-Korea Selatan di bidang pendidikan vokasi, pariwisata, perhotelan, dan industri kuliner.
Ketua panitia, Saudaranta Tarigan, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi agenda internasional tahunan yang mampu memperkenalkan Kota Medan sebagai salah satu pusat pengembangan wisata kuliner dan pendidikan hospitality di Indonesia.
Selain menjadi kompetisi, acara ini juga menjadi wadah pertukaran budaya melalui makanan, memperkenalkan filosofi K-Food kepada masyarakat Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama antara institusi pendidikan, industri hotel, restoran, dan sektor pariwisata kedua negara.

Diikuti Pelajar SMK se-Kota Medan
Puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai sekolah di Kota Medan mengikuti kompetisi memasak dalam rangkaian Hyejeon K-Food Global Challenge 2026.
Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk mengenal teknik memasak khas Korea sekaligus mengembangkan keterampilan kuliner sesuai standar internasional.
Para peserta ditantang untuk mengolah hidangan K-Food dengan kreativitas tinggi tanpa menghilangkan cita rasa autentik Korea.
Melalui kompetisi ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi di tingkat internasional, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar langsung dari dosen dan mahasiswa Hyejeon University.
Ketua Panitia Saudaranta Tarigan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat generasi muda Indonesia terhadap pendidikan vokasi di bidang kuliner sekaligus membuka peluang studi lanjut dan kerja sama internasional.
Acara ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang hospitality, culinary arts, dan industri makanan.
OM – diur








