Tekanan Darah Tinggi: 4 Hal yang Harus Dihindari Setelah Pukul 8 Malam

MEDAN | okemedan
Bagi penderita tekanan darah tinggi, mengendalikannya tidak hanya bergantung pada pengobatan tetapi juga sangat bergantung pada gaya hidup. Setelah pukul 8 malam, beberapa kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya dapat membuat tekanan darah lebih sulit dikendalikan.

Setelah 20 jam, penderita tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari hal-hal berikut:

Makan terlalu asin

Mi instan, ayam goreng, sosis, daging olahan, makanan kalengan, makanan cepat saji, atau sup dan hidangan rebusan yang kaya rasa semuanya dapat mengandung garam dalam jumlah berlebihan. Garam kaya akan natrium. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak natrium, tubuh Anda menahan lebih banyak air, meningkatkan volume darah yang beredar. Hal ini, pada gilirannya, memaksa jantung untuk bekerja lebih keras, menyebabkan tekanan darah tinggi, menurut situs web kesehatan Medical News Today (UK).

Ini bukan berarti penderita tekanan darah tinggi tidak boleh makan setelah jam 8 malam. Jika merasa lapar, mereka tetap bisa mengonsumsi camilan ringan. Namun, mereka sebaiknya memprioritaskan makanan rendah garam seperti yogurt tawar, buah segar, atau beberapa kacang tanpa garam.

Latihan dengan intensitas terlalu tinggi

Olahraga adalah kebiasaan yang sangat bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi. Namun, waktu dan intensitas olahraga juga sangat penting. Jika Anda melakukan olahraga berat tepat sebelum tidur, tubuh Anda akan melepaskan lebih banyak hormon stres seperti adrenalin. Hal ini meningkatkan detak jantung Anda, sehingga sulit untuk rileks dan mudah mengganggu tidur. Efek ini juga terjadi jika Anda bekerja dengan pekerjaan yang penuh tekanan hingga larut malam.

Itu bukan berarti penderita tekanan darah tinggi harus menghindari olahraga di malam hari. Sebaliknya, aktivitas ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, yoga, atau peregangan tetap sangat bermanfaat. Yang penting adalah menyelesaikan latihan Anda sekitar 1-2 jam sebelum tidur. Jangka waktu ini cukup bagi tubuh untuk menurunkan detak jantung dan kembali ke keadaan istirahat, kata Dr. Anis Rehman, seorang dokter internis dan endokrinolog Amerika.

Begadang hingga larut malam sambil membuka ponsel.

Setelah pukul 8 malam, tubuh secara bertahap beralih ke keadaan istirahat. Namun, banyak orang masih menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjelajahi media sosial, menonton video , bermain ponsel, atau terus bekerja.

Aktivitas-aktivitas ini dapat membuat otak tetap terjaga lebih lama, sehingga menyebabkan tidur yang lebih larut dan kurang nyenyak. Ketika kualitas tidur menurun, tubuh juga kesulitan untuk menjaga tekanan darah tetap normal sepanjang malam.

Pada individu yang sehat, tekanan darah secara alami menurun selama tidur. Mekanisme ini memungkinkan jantung dan pembuluh darah untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. Jika Anda sering begadang atau kurang tidur, mekanisme ini akan terganggu, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah. Alih-alih terus-menerus menggunakan ponsel sebelum tidur, cobalah membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, melakukan latihan pernapasan, atau bermeditasi.

Menghentikan pengobatan tekanan darah tanpa berkonsultasi dengan dokter

Beberapa orang, setelah melihat tekanan darah mereka stabil, berhenti minum obat sendiri atau lupa minum obat malam mereka. Ini adalah kesalahan yang cukup umum.

Tekanan darah tinggi seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, kondisi ini tetap dapat memburuk secara diam-diam dan menyebabkan peningkatan risiko stroke, serangan jantung, atau gagal jantung. Pasien harus mengonsumsi obat mereka sesuai petunjuk dokter dan tidak boleh mengubah waktu atau dosis obat mereka sendiri, menurut Medical News Today.

OM – nta