MEDAN | okemedan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan kemabruran haji melalui program pengajian serta pembinaan berkelanjutan bagi para jemaah haji di Sumatera Utara.
Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Menteri Haji dan Umrah agar seluruh jajaran Kemenhaj di Indonesia membentuk forum pengajian jemaah haji sebagai wadah memperkuat nilai-nilai kemabruran setelah para jemaah kembali ke Tanah Air.
Hal itu disampaikan Zulkifli Sitorus melalui sambungan telepon, Selasa (7/7/2026).
Menurut Zulkifli, menjaga kemabruran haji merupakan bagian dari Tri Sukses Haji sekaligus menjadi visi penyelenggaraan ibadah haji yang tidak hanya berorientasi pada kesalehan spiritual, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial.
Ia menjelaskan bahwa ibadah haji tidak cukup dipahami sebagai ritual keagamaan semata, melainkan harus mampu melahirkan perubahan sikap, akhlak mulia, kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
“Peradaban dan keadaban haji merupakan salah satu Tri Sukses Haji. Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai kesalehan vertikal, tetapi juga harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial, akhlak mulia, serta kontribusi nyata yang membawa kedamaian, kesetaraan, dan kemajuan bagi masyarakat,” ujar Zulkifli.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenhaj Sumatera Utara akan menggelar pengajian dan pembinaan rutin bagi para haji dan hajjah agar nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci tetap terjaga sepanjang hayat.
Melalui kegiatan tersebut, para jemaah diharapkan terus mengamalkan nilai keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Perlu ada pertemuan dan pengajian untuk mengingatkan para haji dan hajjah agar nilai-nilai ibadah haji selalu hidup dan menjelma di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Zulkifli menegaskan bahwa pembentukan pengajian jemaah haji merupakan instruksi langsung dari Wakil Menteri Haji dan Umrah kepada seluruh jajaran Kemenhaj di Indonesia.
Karena itu, Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara siap melaksanakan kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen memperkuat pembinaan pascahaji.
“Bapak Wakil Menteri telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kemenhaj agar membentuk dan melaksanakan pengajian jemaah haji. Kami di Kemenhaj Sumatera Utara siap melaksanakan arahan tersebut,” tegasnya.
Zulkifli juga mengungkapkan bahwa delegasi dari Sumatera Utara yang mengikuti rapat kerja nasional berjumlah 24 peserta.
Mereka terdiri atas Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumut, Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah, serta seluruh Kepala Kantor Kemenhaj kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.
Menurutnya, rapat kerja nasional memberikan banyak pengalaman, wawasan, dan semangat baru dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.
Raker tersebut mengusung tema “Berbenah Tanpa Henti, Menghadirkan Layanan Haji yang Humanis, Profesional, dan Adaptif.”
“Kesannya sangat baik untuk membangun kebersamaan, kedisiplinan, serta kesiapan seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027,” ungkap Zulkifli.
Melalui program pembinaan berkelanjutan tersebut, Kemenhaj Sumatera Utara berharap para jemaah haji tidak hanya memperoleh predikat haji mabrur secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, nilai-nilai ibadah haji akan terus hidup dalam kehidupan sosial, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.
OM – diurnawan








