Hadirkan YM Bhante Ratana Panno Thera PSPYBL Peringati Detik-detik Waisak

MEDAN | okemedan 

Sedikitnya 200-an umat Budha terdiri dari jajaran Pengurus Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur (PSPYBL) Medan, Magabutri Medan dan Sumut serta warga masyarakat sekitar Vihara Budi Luhur lainnya, begitu antusias dan tetap semangat meski kirab mengitari Jalan Asia-Jalan Besi-Jalan Gandi dan kembali ke Jalan Asia diguyur hujan deras pada pukul 20.45 WIB.

Rangkaian kirab yang mendapat pengawalan Petugas Kepolisian Sektor Medan Area dengan mengendarai Mobil Patroli, merupakan rangkaian ritual terakhir yang dilaksanakan Pengurus PSPYBL pada detik-detik Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M, Minggu (31/05/2026) malam keluarga besar PSPYBL Medan yang dipusatkan di Gedung Vihara Budi Luhur Jalan Asia simpang Jalan Suasa.

Sebelumnya, rangkaian ritual yang dipimpin seorang YM Bhante Ratana Panno Thera tersebut berturut-turut telah dilaksanakan Kebaktian dimulai pukul 19.00 WIB, Pembagian Gelang Waisak dan Odol Phien Tze Huang pukul 19.45 WIB, Pradaksina pukul 20.00 WIB dan Pemandian Rupang pukul 20.00 WIB.

Pelaksanaan puja bakti oleh YM Bhante Ratana Panno Thera dan umat Budha dari pengurus PSPYBL dan berbagai majelis. Puja bakti dan pembacaan parita suci berlangsung dengan khidmat dan khusyuk. Puja bakti merupakan pensakralan api abadi, air suci, buah-buahan, makanan serta berbagai persembahan sebelum nantinya dibawa kirab dari halaman Vihara Budi Luhur menuju Jalan Besi-Jalan Gandi-Jalan Suasa dan kembali ke Vihara.

YM Bhante Ratana Panno Thera di sela kebaktian tersebut mengungkapkan, Hari Raya Waisak memiliki keistimewaan karena memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Budha yang diyakini terjadi pada tanggal yang sama.

“Peristiwa pertama adalah kelahiran Bodhisattva Siddharta Gautama. Ia lahir sebagai calon Buddha. Bodhisattva Siddharta dilahirkan pada 623 SM (sebelum Masehi) di Taman Lumbini yang kini berada di wilayah Nepal. Beliau kemudian tumbuh menjadi sosok yang membawa ajaran kebijaksanaan dan kedamaian bagi dunia. Peristiwa kedua adalah saat Siddhartha Gautama mencapai pencerahan sempurna di bawah Pohon Bodhi. Sejak saat itu, beliau dikenal sebagai Budha, sosok yang telah terbebas dari kebodohan dan menemukan kebenaran sejati,” sebut YM Bhante Ratana Panno Thera.

Dan peristiwa ketiga, lanjut YM Bhante Ratana Panno Thera adalah Parinibbana atau wafatnya Sang Budha. Dalam keyakinan umat Budha, Parinibbana menandai terbebasnya Sang Buddha dari siklus kelahiran dan kematian, sekaligus mencapai pembebasan sempurna.

Sebelumnya, Ketua Umum PSPYBL Medan Yendy Yap didampingi Ketua Harian Yap Phei Chien menjelaskan, Hari Raya Waisak merupakan salah satu hari suci terpenting bagi umat Budha di berbagai negara, termasuk Indonesia. Momen ini menjadi waktu yang istimewa untuk mengenang perjalanan hidup Sang Buddha sekaligus memperdalam nilai-nilai spiritual yang diajarkannya.

“Perayaan Waisak tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan, tetapi juga berbagai tradisi yang sarat makna. Setiap simbol dan kegiatan yang dilakukan memiliki pesan mendalam tentang kebajikan, kesadaran diri, kasih sayang, dan perdamaian,” sebut Yendy Yap seraya menambahkan ucapan terima kasih kepada Bhante Ratana Panno, Anggota DPRD Sumut Hasyim SE, Anggota DPRD Medan Agus Setiawan, Walubi Medan, Magabutri Medan dan Sumut, Umat Budha lainnya yang sudah berkenan hadir serta jajaran panitia yang sudah bekerja maksimal.

Turut hadir pada perayaan Waisak di Vihara Budi Luhur, diantara Anggota DPRD Sumut Hasyim SE, Anggota DPRD Medan Agus Setiawan, Sekretaris Magabutri Sumut Meri Edward, Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumut Arman Chandra diwakili Lily Koordinator Bidang Kepedulian dan Kesehatan, dan Magabutri Medan,
President Lion Club Medan Grace Hongme, Pengurus Lions Club Medan Deli, Faridah Hanitio Penasehat President, Elvi Rosliana Sekretaris, Jevon Felim Bendahara,

Harianto Halim Membership Director, Edy Susanto Leo Advisor, jajaran Pengurus dan anggota PSPYBL Medan lainnya.

OM-asril