Musim Luar Biasa Arsenal Berakhir dengan Kekecewaan

BUDAPEST | okemedan

Di awal musim, meraih gelar Liga Premier tentu saja sudah cukup untuk memuaskan Mikel Arteta, para pemainnya, dan hampir semua penggemar di kubu merah London Utara.

Arsenal berhasil memenuhi harapan tersebut, mengakhiri penantian selama 22 tahun saat mereka memastikan gelar juara Inggris. Tim yang selama ini selalu menjadi runner-up akhirnya menjadi juara, dan Arteta akhirnya berhasil menembus garis finis pada musim keenamnya sebagai manajer.

Euforia murni pun melanda Emirates, namun prestasi yang lebih besar mengintai: yakni potensi meraih gelar Liga Champions.

Semula asa itu menyala saat gol pembuka Havertz, di awal babak petama yyang mengingatkan pada aksi heroiknya bersama Chelsea di final Liga Champions 2020–21, membangkitkan keyakinan bahwa tim Arteta bisa menjadi yang akhirnya menambahkan trofi yang selalu sulit dijangkau itu ke lemari trofi The Gunners.

Namun pada akhirnya, mimpi buruk masa lalu tim itu kembali menghantui mereka. Puas bertahan sepanjang mayoritas pertandingan, pasukan Arteta hanya memiliki sedikit peluang untuk mencetak gol, dan ketika mereka mendapatkannya, tak ada penyelesaian mematikan atau sentuhan kreatif untuk mengalahkan Safónov.

Memang itu adalah upaya yang gagah berani dari The Gunners, tetapi mereka tidak cukup menguasai bola atau menciptakan peluang yang cukup untuk menghalangi PSG meraih gelar Liga Champions malam ini. Mungkin mereka bererencana untuk adu penalti di tahap-tahap akhir, tetapi hal itu justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri.Arsenal ditumbangkan PSG 4-3.

OM – nta