Saat Harga Naik, Suwarno Memilih Bertahan Demi Daya Beli

Penulis : Pagit Rimah Maulia

MEDAN | okemedan

Pedagang Tahan Harga Pasar di Tengah Kenaikan harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional kini menjadi pusat perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga minyak goreng saat ini berada pada
kisaran Rp18.000 hingga Rp19.000 per liter.

Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya meningkatnya biaya distribusi serta naiknya harga bahan pendukung seperti plastik kemasan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada para pedagang, yang sebagian besar memilih untuk menyesuaikan antara harga jual demi menjaga keseimbangan antara modal dan keuntungan.

Di tengah kondisi tersebut, seorang pedagang di Pusat Pasar Medan, Suwarno (53), justru memilih untuk tetap menjual minyak goreng dengan harga Rp16.000 per liter. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat yang dinilai semakin menurun. Suwarno yang telah menjalankan usahanya selama 30 tahun mengaku bahwa keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan.

Ia menilai bahwa menjaga stabilitas harga dapat membantu mempertahankan pelanggan serta mendukung keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Baginya, kestabilan harga tidak hanya berkaitan dengan keuntungan semata, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan yang telah lama menjadi bagian dari usahanya.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi secara signifikan dalam waktu singkat berpotensi dapat mengurangi minat pembeli. Oleh karena itu, ia memilih untuk menahan harga jual meskipun harus menghadapi peningkatan biaya operasional.

“Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak stabil. Kalau harga langsung dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Jadi saya tetap jual dengan harga lama,” ujarnya.

Sebagai mantan pegawai Dinas Perhubungan Pusat Pasar Medan, Suwarno juga aktif mendukung program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digagas pemerintah. Ia menilai bahwa pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekonomi di tingkat masyarakat.

Meski demikian, tidak di pungkiri bahwa kenaikan harga plastik sebagai bahan kemasan turut menambah beban operasional. Namun, hingga saat ini ia masih berupaya menahan kenaikan harga agar tidak membebani konsumen.Suwarno berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kestabilan harga bahan pokok dan faktor pendukung lainnya. Ia juga berharap kondisi pasar dapat kembali normal sehingga pedagang dan pembeli sama-sama tidak dirugikan.

*Penulis Mahasiswi Ilmu Komunikasi UINSU