Harga Daging Ayam di Pasar Petisah Medan Stabil

Penulis : Mirza Qilla

MEDAN | okemedan

Harga daging ayam di pasaran saat ini terpantau stabil di angka Rp35.000 per kilogram. Kondisi ini tergolong lebih rendah dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Jumat, (24/4/26).

Pak Supri (44), seorang pedagang ayam di pajak petisah , mengungkapkan bahwa penurunan harga ini justru berdampak positif terhadap peningkatan jumlah pembeli. Menurutnya, masyarakat kini lebih aktif membeli daging ayam, baik untuk kebutuhan
konsumsi sehari-hari maupun untuk acara seperti pesta kecil hingga skala besar.

“Sekarang harga memang lebih murah, jadi banyak yang beli. Untuk acara keluarga sampai pesta juga jadi lebih sering pakai ayam,” ujarnya.

Meski harga cenderung fluktuatif, Pak Supri mengaku tidak khawatir terhadap keberlangsungan usahanya. Ia menegaskan bahwa keberadaan pelanggan tetap menjadi faktor utama yang menjaga kestabilan pendapatan para pedagang.

“Walaupun harga bisa naik turun, kami tetap yakin berjualan karena sudah ada langganan setiap harinya,” tambahnya.

Stabilnya harga ayam ini menjadi angin segar, tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi pedagang yang tetap mampu menjaga perputaran usaha di tengah dinamika harga pasar. Stabilnya harga daging ayam di level Rp35.000 per kilogram saat ini menjadi cerminan dari rantai pasok yang berjalan baik, mulai dari peternak hingga ke meja pedagang.

Kondisi ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha kuliner kecil untuk menjaga harga jual tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat. Ke depan, konsistensi harga akan sangat bergantung pada kestabilan biaya pakan dan kelancaran distribusi.

Jika kondisi ini bertahan hingga pertengahan tahun, bukan tidak mungkin daging ayam akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai sumber protein hewani utama yang terjangkau bagi masyarakat Kota Medan. Bagi pedagang dan konsumen, harga yang ramah di kantong hari ini adalah modal untuk perputaran ekonomi yang lebih sehat esok hari.

Dengan harga yang lebih bersahabat, daging ayam kembali menegaskan perannya bukan sekadar komoditas pangan, tapi juga penopang denyut ekonomi harian. Stabilitas harga seperti sekarang adalah kondisi ideal yang menguntungkan semua pihak, peternak bisa terus berproduksi, pedagang tetap berputar, dan masyarakat tidak terbebani untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

*Penulis Mahasiswi Ilmu Komunikasi UINSU