Curhatan Pedagang, Harga Cabai Bebani Pembeli di Pasar Petisah Medan

Penulis : Muhammad Al-Haadi

MEDAN | okemedan

Buk Erni, seorang pedagang berusia 40 tahun, telah berjualan selama kurang lebih 25 tahun di Pasar Petisah
Medan. Ia menjual berbagai kebutuhan dapur, terutama cabai dan bahan pelengkap lainnya. Pengalaman panjangnya
membuat ia memahami kondisi pasar, mulai dari perubahan harga hingga perilaku konsumen.

Belakangan ini, ia mengeluhkan kenaikan harga cabai yang cukup signifikan. Salah satu jenis yang paling sering dibeli
adalah cabai keriting, yang kini naik dari Rp24.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Kenaikan ini berdampak langsung
pada pembeli yang mulai mengurangi jumlah belanja.

“Harga cabai sekarang makin mahal, pembeli jadi banyak yang ngurangin belanja,” ujar nya.

Ia menambahkan“Kadang mereka cuma beli sedikit, bahkan ada yang batal beli karena mahal,” ungkap nya.

Sebagai pedagang, Buk Erni mengaku berada dalam posisi sulit. Ia harus mengikuti harga pasar, namun juga memikirkan kondisi pelanggan.

“Kalau harga naik terus, kami juga susah, pembeli berkurang, pendapatan pun ikut turun,” ujar nya.

Meski demikian, Buk Erni tetap berusaha menjaga kualitas dagangannya dan memberikan pelayanan yang baik agar pelanggan tetap setia berbelanja di lapaknya. Ia berharap ke depannya harga cabai dapat kembali stabil dan tidak terus mengalami kenaikan. Dengan harga yang terjangkau, ia yakin para konsumen akan merasa senang dan aktivitas jual beli di pasar akan kembali ramai seperti biasanya. Buk Erni pun hanya bisa berdoa dan berharap agar kondisi pasar segera membaik, sehingga usahanya dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi dirinya maupun para pelanggan setianya.

*Penulis Mahasiswa Ilmu Komunikasi UINSU