MEDAN | okemedan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mewisudawankan sebanyak 1.592 lulusan pada wisuda yang ke 88 di Aula Mahasiswa Sutomo. Kamis, (7/5/26).
1.592 lulusan diantaranya 29 orang dari program Pascasarjana, 649 orang dari FITK, 203 orang dari FEBI, 46 orang dari FKM, 243 orang dari FSH, 81 orang dari FIS, 61 orang dari FDK, 84 orang dari FUSI, 196 orang dari FST.
Wisuda ke 88 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mengusung tema ” Memperkokoh Posisi Alumni UINSU Medan Dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat Di Tengah Krisis Global, ”
Tema ini dipilih karena berhadapan dengan krisis yang dihadapi hari ini – meningkatnya konflik geopolitik global, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang dampaknya merambat hingga ke sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Konflik ini menjadi pengingat bahwa dunia kini saling terhubung, gejolak di satu kawasan dapat mengguncang stabilitas global, termasuk kehidupan masyarakat di negeri kita.
Rektor UINSU Prof. Dr. Nurhayati. M. A.g dalam sambutannya menyampaikan “Keberhasilan yang kita rayakan hari ini bukan hanya tercermin dari prosesi wisuda, tetapi juga dari berbagai capaian yang berhasil diraih UIN Sumatera Utara Medan,” tegasnya.
Selanjutnya, “Momentum ini menjadi kesempatan yang tepat untuk kita bersama-sama mensyukuri sekaligus menegaskan komitmen UINSU Medan dalam mencetak lulusan unggul, meraih prestasi, dan meningkatkan mutu pendidikan.”
Dalam hal ini Rektor UINSU menekankan 4 point penting pada acara wisuda yang ke 88 tersebut.
Pertama wisudawan yang sudah lulus harus menjadi agen perubahan (agent of change). Kedua penjaga nilai (guardian of values). Dalam hal ini di tengah arus globalisasi yang seringkali mengikis nilai, para wisudawan dituntut menjadi benteng moral dan spiritual. Integritas adalah modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Point ketiga yang di sampaikan oleh Rektor UINSU yaitu penggerak ketahanan sosial yang dimana para wisudawan harus hadir di tengah masyarakat sebagai perekat sosial, memperkuat solidaritas, dan membangun jejaring kolaborasi lintas sektor. Ketahanan masyarakat dibangun dari hubungan sosial yang kuat dan saling percaya.
Terakhir yaitu inovator di tengah krisis. Krisis global menuntut kreativitas dan inovasi. “Jadikan ilmu yang saudara peroleh sebagai dasar untuk menciptakan solusi—baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, maupun sosial keagamaan,” kata Rektor.

Turut hadir bersama Rektor pada wisuda ke 88 UINSU, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag, Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Abrar M. Dawud Faza, S.Fil., M.A, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Katimin, M.A Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag, Kepala Biro AAKKDr. Tohar Bayoangin, M.Ag , Kepala Biro AUPK Dr. Ibnu Sa’dan, M.Pd, para guru besar UINSU, Dekan dan Wakil Dekan lingkungan UINSU, Kepala Prodi dan Sekretaris Prodidi lingkungan UINSU serta Bupati Batubara.
OM – Akbar Aldi Kautsar








