Jurnalis Perempuan Tewas Dalam Serangan Udara Israel di Lebanon

MEDAN | okemedan

Kabar duka kembali menyelimuti dunia pers global.  Seorang jurnalis Lebanon tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah di Lebanon selatan.

AP melaporkan bahwa surat kabar Al-Akhbar mengkonfirmasi bahwa korespondennya, Amal Khalil, tewas pada 22 April dalam serangan udara Israel di rumahnya di Desa al-Tiri, Lebanon selatan, tempat dia berlindung saat meliput konflik antara Israel dan pasukan Hizbullah di Lebanon.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Khalil berlindung di sebuah rumah di al-Tiri setelah serangan udara Israel sebelumnya menghantam dekat kendaraan yang ia tumpangi bersama seorang rekannya.

“Serangan pertama menewaskan dua orang, dan serangan udara Israel kedua menargetkan rumah di al-Tiri tempat Khalil dan rekannya Zeinab Faraj berlindung,” menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Khalil terjebak di bawah reruntuhan selama berjam-jam sebelum Tentara Lebanon, pasukan pertahanan sipil, dan Palang Merah Lebanon dapat mencapai lokasi kejadian. Jenazah Khalil ditemukan sebelum tengah malam, setidaknya enam jam setelah serangan itu.

“Pembunuhan terhadap jurnalis itu adalah kejahatan dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter,” kata Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos.

Sementara itu, tentara Israel menuduh beberapa individu di desa tersebut melanggar gencatan senjata, membahayakan tentara mereka. Israel membantah menargetkan jurnalis atau mencegah tim penyelamat mengakses daerah tersebut. Israel menambahkan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki.

Khalil, dari Lebanon selatan, telah meliput berita di wilayah tersebut untuk surat kabar al-Akhbar sejak tahun 2006. Artikel terbarunya membahas tentang Israel yang menghancurkan rumah-rumah warga Lebanon di desa-desa tempat tentara Israel saat ini ditempatkan di wilayah Lebanon.

Dengan demikian, jumlah total jurnalis yang tewas di Lebanon telah meningkat menjadi sembilan orang tahun ini.

OM – nta