Berdasarkan informasi yang beredar, almarhum sempat mendapatkan penanganan di Ruang CICU akibat mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 06.58 WIB.
Try Sutrisno lalu disemayamkan ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6 RT 08 RW 05, Menteng, Jakarta Pusat.
Try Sutrisno menjabat sebagai Wapres ke-6 RI pada tahun 1993 hingga 1998 mendampingi Soeharto yang kala itu menjadi Presiden RI. Ia lahir di Surabaya pada tahun 1935.
Pantauan di lokasi, jenazah almarhum tiba di TMP Kalibata pukul 13.18 WIB setelah sebelumnya diserahkan pihak keluarga kepada negara di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
Dari ambulans, peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih tersebut diangkat oleh anggota TNI menuju tempat peristirahatan terakhir. Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming terlihat mengiringi dari belakang peti jenazah.
“Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,,” ucap Prabowo.
Terlihat juga Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Wapres ke-11 Boediono dan Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di lokasi.
Untuk diketahui, makam Try Sutrisno berada di Blok M131. Di blok tersebut terdapat makam sejumlah tokoh yakni BJ Habibie dan istri Hasri Ainun Besari, dan Ani Yudhoyono.
Profil Try Sutrisno
Try Sutrisno, lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia keenam dari tahun 1993 hingga 1998.
Ia berasal dari keluarga sederhana dan sejak muda menunjukkan minat yang besar pada dunia militer. Kariernya yang gemilang di TNI dan politik menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
Puncak karier militernya dicapai ketika ia menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dari tahun 1988 hingga 1993, di mana ia berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan negara.
Pada tahun 1993, Try Sutrisno diangkat menjadi Wakil Presiden Indonesia mendampingi Presiden Soeharto. Jabatan ini berlangsung hingga tahun 1998, di mana ia memiliki pengalaman yang berharga sebagai ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun sebelumnya.
Meskipun ada anggapan bahwa ia hanya berfungsi sebagai “ban serep”, Try memiliki peran penting dalam pemerintahan.
Setelah masa jabatannya sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno terpilih sebagai Ketua Pepabri dari tahun 1998 hingga 2003.
Ia berhasil menyatukan berbagai cabang angkatan bersenjata di bawah satu organisasi, menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai sesepuh partai untuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.
OM – din, bbs








