MEDAN | okemedan
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh rumah sakit (RS) di Sumut, termasuk yang tergabung dalam Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), untuk bersama-sama menjawab tantangan besar sektor kesehatan. Salah satu tantangan krusial adalah tingginya jumlah masyarakat Sumut yang memilih berobat ke luar negeri, yang menyebabkan lebih dari Rp7 triliun dana masyarakat Sumut mengalir ke luar negeri setiap tahun.
Ajakan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Seminar & Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah Sumut dengan tema “Mewujudkan Ekosistem Rumah Sakit yang Handal dan Berkelanjutan”. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Santika Premiere Dyandra Medan, Selasa (10/2/2026).
“Ini adalah persaingan. Rumah sakit di Sumut harus mampu memperbaiki tata kelola agar kepercayaan masyarakat kembali. Kita ingin rumah sakit memberikan pelayanan ekstra, di mana pasien merasa tenang dan nyaman sejak pertama kali masuk. Itu yang utama,” tegas Bobby Nasution.
Bobby menjelaskan, letak geografis Sumatera Utara yang dekat dengan negara tetangga menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit di daerah ini. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang besar jika pelayanan kesehatan mampu bersaing secara kualitas.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, agar Sumut tidak hanya menjadi pilihan utama masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik pasien mancanegara untuk berobat di Medan dan sekitarnya.
Menanggapi isu viral terkait pencabutan status Penerima Bantuan Iuran (PBI), Bobby Nasution menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi rumah sakit yang menolak pasien dengan alasan biaya.
“Program kesehatan adalah prioritas Pemprov Sumut. Saya menitipkan masyarakat saya yang datang ke rumah sakit agar diperlakukan dengan baik. Pelayanan harus terus membaik demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PERSI Bambang Wibowo mendorong rumah sakit untuk mulai mengadopsi teknologi kesehatan terbaru guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, termasuk upaya pengurangan emisi karbon di lingkungan rumah sakit.
“Rumah sakit bukan hanya entitas bisnis, melainkan bentuk kemanusiaan. Kami mendorong rumah sakit untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan memastikan tidak ada penolakan pasien karena alasan biaya,” kata Bambang.
Senada dengan itu, Ketua PERSI Wilayah Sumut Syaiful Munawar Sitompul menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam sistem rekam medis dan manajemen rumah sakit. Ia menegaskan PERSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Universal Health Coverage (UHC).
Rangkaian kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Medan Hospital Expo yang digelar selama dua hari. Usai melakukan pemotongan pita peresmian, Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama rombongan meninjau berbagai stan yang menampilkan inovasi dan teknologi kesehatan terkini, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing rumah sakit di Sumatera Utara.
OM – diur








