JAKARTA | okemedan
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, mengungkapkan progres rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatra telah menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa daerah terdampak kini memasuki tahap rehabilitasi setelah fase tanggap darurat selesai.
“Untuk infrastruktur di Sumatra, tiga provinsi yang terdampak sudah melewati masa tanggap darurat. Saat ini sudah memasuki tahap rehabilitasi, dan sekitar 95% jembatan dan infrastruktur telah tersambung kembali,” kata Sudjatmiko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Sudjatmiko menjelaskan, pekerjaan yang tersisa saat ini lebih difokuskan pada penyempurnaan dan perbaikan lanjutan selama fase rekonstruksi. Pemerintah pusat telah menyiapkan skema pembiayaan khusus agar proses ini tidak mengganggu anggaran lain.
“Nah ini tinggal penyempurnaan dan perbaikan-perbaikan di masa rekonstruksinya. Pemerintah sudah menyiapkan skema pembiayaan dari pusat, sehingga tidak mengganggu pembiayaan lain,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur yang menjadi kewenangan kabupaten dan kota.
“Pemda-pemda sudah di-support pemerintah pusat untuk membenahi infrastruktur di tingkat kabupaten yang menjadi kewenangannya,” tambah Sudjatmiko.
Proses rehabilitasi dan rekonstruksi ditargetkan rampung dalam tiga tahun, mencakup perbaikan jalan, jembatan, sistem air minum, hingga bangunan pendidikan.
“Target kita selesai semua dalam 3 tahun, termasuk perbaikan jalan, air minum, dan bangunan pendidikan,” ujarnya.
Terkait anggaran, Sudjatmiko menyebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan dana sekitar Rp70 triliun yang akan dialokasikan selama tiga tahun. Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyiapkan tambahan sekitar Rp1 triliun.
“Yang terbesar memang dari Kementerian PU. Saat ini prosesnya sedang dibahas di Bappenas. Mudah-mudahan mulai bulan Maret dana sudah bisa dicairkan dan proses lelang sudah berjalan,” jelasnya.
Sudjatmiko menegaskan, anggaran puluhan triliun rupiah ini khusus untuk penanganan infrastruktur akibat bencana.
“Bencana saja. Pembahasannya memang seperti itu,” pungkasnya.
OM – diurnawan








