JAKARTA | okemedan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan penataan hunian yang lebih sehat, rapi, dan indah, termasuk melalui penggunaan atap genteng di kawasan permukiman
Hal itu disampaikan AHY saat menjelaskan pernyataan arahan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul.
“Pada saat Rakornas di Sentul memang ada harapan sekaligus juga arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia itu harus semakin asri. Ada gerakan Indonesia Asri,” ujar AHY kepada wartawan usai Town Hall Meeting Bersama Kementerian Transmigrasi di Kantor Kemenko Infra Jakarta, Kamis (5/2/2026)
Ia menjelaskan, istilah ASRI yang dimaksud Presiden memiliki makna khusus terkait kualitas lingkungan permukiman.
“ASRI diterjemahkan: A-nya aman, S-nya sehat, R-nya rapi, teratur, tertata, baru I-nya indah,” kata dia.
Menurut AHY, Presiden menginginkan pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan estetika dan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
“Beliau tentu punya cita-cita agar Indonesia juga bukan hanya dibangun secara fisik, tapi juga memenuhi keindahan,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, AHY menyebut penggunaan genteng dinilai dapat meningkatkan kualitas hunian dibandingkan atap seng. Karena itu, menurut dia, terdapat arahan untuk mendorong penggunaan genteng dalam pengembangan perumahan ke depan, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Dengan demikian memang ada arahan untuk pengembangan perumahan ke depan, termasuk rumah rakyat, rumah masyarakat dengan penghasilan rendah misalnya,” ujarnya.
AHY mengatakan, kebijakan tersebut juga relevan dengan program renovasi rumah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Termasuk ada program renovasi, ada yang namanya BSPS. Ini bisa dikatakan semacam program bedah rumah atau renovasi rumah rakyat, yang salah satu elemennya selain tentu yang lain-lain dibenahi, apakah sanitasinya, MCK-nya, tapi juga kalau rusak atapnya diganti dengan genteng yang lebih baik,” kata dia.
Ia menegaskan, semangat kebijakan tersebut adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan hunian yang lebih layak dan sehat.
OM – diur








