ACEH TAMIANG I Okemedan
Puluhan Desa di Kabupaten Aceh Tamiang yang baru saja dilanda banjir beberapa saat lalu, mendapatkan bantuan sembako dan air bersih dri Pertamina ERP Rantau.
Masyarakat yang mendapatkan bantuan tersebut mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada Pertamina EP. Rantau atas pemberian bantuan tersebut.
“Masyarakat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pertamina EP Rantau atas keperdulian dan tanggung jawab sosialnya kepada warga di sekitar wilayah operasi perusahaan.” ujar Syamsul dan kawan-kawannya warga kampung Bukit Rata Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang kepada wartawan akhir pekan lalu
Dikatakannya kini asa atau harapan warga Aceh Tamiang nampak sudah mulai terwujud. Pertamina EP Rantau telah salurkan air bersih dan bantuan sembako di puluhan desa sekitar.
“Air bersih mengalir deras dari selang truk tangki berukuran 2,5 sentimeter. Beberapa tandon air (tempat menampung air bersih) dan puluhan ember seketika penuh. Para warga seperti balas dendam pada kekurangan air pascabanjir besar memorak-porandakan desa mereka,” ujarnya
Sementara Dari kejauhan tampak Basariah (53) berlinang air mata. Perempuan berkulit sawo matang itu terharu
Keraguannya mendapatkan air bersih terpatahkan. Air sudah tiba di halaman rumahnya.
“Saya tidak tau mau berkata apa lagi sebagai wujud terima kasih kepada Pertamina EP Rantau Field yang sudah bantu kami,” ujarnya di Desa Perdamaian, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang,
Menurut Sabariyah krisis air bersih di desanya kini mulai teratasi setelah utusan PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 datang membawa truk tangki air berisi 12 ribu liter.
Setiap hari beberapa unit truk tangki air berseliweran ke desa-desa di wilayah kerja PEP Rantau Field.
Sejak 60 hari lalu, penyintas banjir di Aceh Tamiang kesulitan mendapatkan air bersih. kami harus menunggu berhari-hari baru mendapatkan pasokan air.
“Kami sangat membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak untuk mandi, bisa ambil air wudhu saja sudah cukup. Kami bersyukur dapat bantuan air bersih dari Pertamina,” ujarnya.
Tidak hanya air bersih, PEP Rantau Field juga menyalurkan berbagai jenis bantuan selama tanggap darurat Aceh Tamiang. Penyaluran bantuan sudah menyasar lebih dari 20 desa di wilayah kerjanya.
Bantuan yang diberikan meliputi pendirian posko Kesehatan gratis, penyediaan makanan siap santap, paket sembako, kasur, selimut, bantal.
“Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan berbagai pihak, sehingga tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.” ucap warga Aceh Tamiang
Field Manager (FM) PEP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah menyampaikan bahwa Rantau Field berkomitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat. PEP Rantau Field bergerak aktif dalam mendukung percepatan pemulihan pasca bencana.
“Kendati turut terdampak banjir, kami tetap hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan serta memastikan penanganan kemanusiaan tidak hanya berfokus pada logistik tetapi kesehatan masyarakat,” ujarnya.
PHR Zona 1 telah menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. Bantuan bahan makanan mencakup 1,62 ton beras, 555 kg gula, 270 dus air mineral, 405 dus mi instan, 175 dus minyak goreng, 142 dus biscuit.
Lebih jauh dijelaskannya bahan pangan lainnya seperti sarden, telur, susu kental manis dan makanan anak/bayi. Selain itu, turut disalurkan kebutuhan sehari-hari, mulai dari perlengkapan mandi, obat-obatan, selimut, terpal, dan popok sekali pakai.
Bantuan datang dari seluruh wilayah kerja Zona 1, dari Sumatera Selatan, Jambi, Riau hingga Sumatera Utara. Selain itu, PHR Zona 1 juga berkolaborasi menyalurkan bantuan yang datang dari grup Pertamina Subholding Upstream yang lain, seperti PHR Zona 4, PHR Zona Rokan, hingga dari Regional 2 Zona 6 PHE OSES.
Hal ini menunjukkan peran Pertamina sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan operasi melainkan jugapada tanggung jawab sosial kepada masyarakat, terutama di wilayah yang berada di sekitar area kerja perusahaan.
“Komitmen ini dijalankan melalui sinergi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD, serta para pemangku kepentingan lainnya,” pungkas Tomi.
OM – hm .ilyas








