Real Madrid Tercampak dari Copa del Rey, Dikalahkan Klub Divisi Dua

MADRID l okemedan 

Alih-alih merekrut pelatih baru agar lebih baik dari pelatih lama Xabi Alonso, Real Madrid dikalahkan oleh tim kelas dua. Yang lebih menyakitkan, tercampak dari Copa del Rey.

Real Madrid kalah 2-3 dari Albacete.

Kekalahan yang tak terduga melawan tim yang bermain di divisi kedua mengungkap kekacauan Real Madrid segera setelah keputusan untuk mengganti pelatih kepala. Meskipun memiliki skuad bintang yang mahal, Real Madrid tetap bermain tidak kompak, kurang vitalitas, dan berulang kali melakukan kesalahan mendasar dalam pertahanan.

Meskipun dianggap jauh lebih unggul dari lawan-lawannya, tim asuhan pelatih baru Arbeloa menampilkan gaya permainan yang stagnan sepanjang babak pertama. Pada menit ke-42, setelah tendangan bebas Albacete, striker Villar melompat tinggi untuk menyundul bola ke gawang, yang membuat para penggemar Real Madrid terkejut.

Setelah kebobolan gol pertama, Real Madrid segera menstabilkan formasi mereka dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-45+3 berkat talenta muda Mastantuono, sehingga meredakan tekanan pada tim tamu sebelum jeda babak pertama.

Di babak kedua, kebuntuan Real Madrid berlanjut. Tanpa pemain kunci mereka, Kylian Mbappe, permainan tim tamu menjadi lambat dan kurang kreatif.

Konsekuensinya datang pada menit ke-82, ketika sapuan bola yang ragu-ragu dari lini pertahanan Real Madrid menciptakan peluang emas bagi Betancor. Pemain pengganti itu melepaskan tendangan voli keras yang memantul dari tanah, membuat skor menjadi 2-1 dan mendorong “Elang Putih” ke posisi terpojok.

Drama semakin memanas saat pertandingan memasuki waktu tambahan. Pada menit ke-90+1, Gonzalo Garcia kembali membangkitkan harapan Real Madrid dengan sundulan keras untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Namun, kegembiraan pelatih baru Arbeloa hanya berlangsung singkat. Pada menit ke-90+5, dari serangan balik yang sangat cepat, Betancor menyelesaikan brace-nya, mengamankan kemenangan mengejutkan 3-2 untuk Albacete. Hasil ini secara resmi menyingkirkan Real Madrid dari Copa del Rey tahun ini.

Perlu dicatat, kekalahan telak ini terjadi tak lama setelah jajaran manajemen Bernabeu mengalami perombakan besar dengan keputusan untuk memecat pelatih Xabi Alonso menyusul kekalahan memalukan dari Barcelona di Piala Super Spanyol.

Kekalahan beruntun di dua kompetisi penting dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Real Madrid sedang berada dalam krisis yang mendalam. Ketidakstabilan, mulai dari staf pelatih hingga performa di lapangan, mendorong tim Royal ke salah satu periode paling bergejolak musim ini.

OM – nta