MEDAN | okemedan
Selama ini, batu tawas sering dianggap sebagai benda lama yang hanya digunakan oleh generasi tua di masa lalu. Namun, bahan yang menyerupai kristal putih ini sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Bahkan, di kalangan mahasiswa atau generasi muda, tawas mulai kembali diperbincangkan karena kegunaannya yang unik, terjangkau, dan mudah dijumpai di pasar tradisional.
Tawas merupakan mineral alami berbentuk kristal yang umumnya digunakan dalam proses pemurnian air. Meski demikian, fungsi batu tawas jauh lebih luas dari itu. Berbagai penelitian sederhana dan pengalaman masyarakat menunjukkan bahwa tawas juga memiliki peran penting dalam perawatan tubuh, kebersihan rumah, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
Salah satu kegunaan batu tawas yang paling dikenal adalah sebagai deodoran alami. Banyak mahasiswa yang tinggal di kos beralih ke tawas karena harganya terjangkau dan ketahanannya. Cara penggunaannya sangat mudah: cukup basahi sedikit bagian permukaan tawas dan oleskan pada ketiak setelah mandi. Selain efektif mengurangi bau badan, tawas juga tidak meninggalkan noda kuning pada pakaian hal yang sering menjadi masalah bagi kaum muda.
Selain untuk perawatan tubuh, tawas juga terbukti efektif untuk menjernihkan air sumur. Di beberapa wilayah, air sumur sering kali keruh atau berbau. Ibu-ibu rumah tangga biasanya memakai tawas sebagai solusi cepat. Ketika tawas dilarutkan dalam ember atau bak air, partikel-partikel keruh dalam air akan berkumpul dan mengendap, sehingga air menjadi lebih jernih. Metode ini sering digunakan oleh keluarga yang belum memiliki penyaring air modern.
Banyak orang juga memanfaatkan tawas untuk mengatasi masalah kulit ringan. Misalnya, saat mengalami iritasi akibat gigitan serangga. Tawas dipercaya dapat meredakan rasa gatal dan mengurangi pembengkakan. Beberapa mahasiswa yang tinggal di daerah rawan nyamuk pun melaporkan sering menggunakan tawas sebagai pertolongan pertama.
Selain itu, tawas juga membantu mengatasi tumit pecah-pecah. Caranya dengan mencampurkan tawas bubuk ke dalam air hangat dan merendam kaki selama beberapa menit. Meskipun bukan pengganti perawatan medis, penggunaan tawas dianggap cukup efektif bagi sebagian orang.
Manfaat tawas tidak hanya terbatas pada tubuh. Banyak orang menggunakan tawas untuk keperluan rumah tangga, seperti menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi atau lemari. Tawas dapat menyerap aroma yang tidak menyenangkan, terutama di tempat lembap. Penggunaan ini menjadikan tawas pilihan ekonomis bagi mahasiswa yang ingin menjaga kamar tetap nyaman tanpa perlu membeli pengharum ruangan.
Di samping itu, tawas juga dipakai sebagai penghilang lendir pada peralatan masak, khususnya yang berbahan aluminium. Cukup dengan merebus air yang dicampur tawas, maka permukaan peralatan masak akan menjadi lebih bersih dan bebas bau.
Di tengah tren gaya hidup yang minimalis dan penggunaan produk alami, tawas semakin menjadi pilihan yang relevan. Banyak mahasiswa kini lebih memilih bahan-bahan alami yang tidak mengandung zat kimia berbahaya. Tawas, sebagai mineral yang mudah terurai, dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beberapa produk industri.
Untuk tujuan kosmetik, tawas juga tidak mengandung parfum tambahan atau alkohol, sehingga aman untuk orang dengan kulit sensitif. Hal ini membuat penggunaan tawas sebagai deodoran alami semakin populer di media sosial.
Meskipun tampak mudah, tawas memiliki banyak keuntungan yang terbukti bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Dari penyaringan air, perawatan pribadi, keperluan rumah, hingga alternatif yang ramah lingkungan, batu tawas menunjukkan bahwa barang-barang tradisional masih bisa memiliki tempat di zaman modern.
Untuk mahasiswa, tawas adalah pilihan yang hemat biaya yang mendukung berbagai keperluan sehari-hari. Terjangkau, aman, dan serbaguna tawas adalah contoh nyata bahwa material yang sederhana pun bisa memberikan manfaat besar jika dimanfaatkan dengan baik.
OM – red/fitria








