Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Wawasan Kebangsaan di Lorong Cinergi, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, pada Jumat (12/12/2025).
MEDAN | okemedan
Pascamusibah banjir besar yang melanda Kota Medan pada akhir November lalu, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Prananda Surya Paloh, menekankan pentingnya merevitalisasi semangat gotong royong dan persatuan nasional.
Pesan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Lorong Cinergi, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, pada Jumat (12/12/2025).
Dalam kegiatan ini, Prananda Surya Paloh diwakili Tenaga Ahlinya, Chepy Aprianto. Di hadapan masyarakat yang hadir, Chepy mengajak warga untuk melihat relevansi nilai-nilai Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dalam konteks penanganan musibah yang baru saja dialami warga.
Chepy Aprianto menyampaikan keprihatinan mendalam dari Prananda Surya Paloh atas dampak banjir yang terjadi pada 27 November 2025.
Ia menegaskan, musibah tersebut adalah ujian bagi ketangguhan sosial masyarakat Medan.
“Peristiwa banjir pada 27 November lalu memang menjadi kesulitan yang berat bagi kita semua. Harta benda terendam, aktivitas terhenti, dan kenyamanan terganggu. Namun, Bapak Prananda berpesan, di saat sulit inilah karakter bangsa kita yang sesungguhnya terlihat,” ujar Chepy dalam paparannya.
Lebih lanjut, Chepy menggaris bawahi implementasi sila ketiga Pancasila, ‘Persatuan Indonesia’, menjadi kunci utama dalam pemulihan pasca bencana.
“Semangat gotong royong, persatuan Indonesia, dan rasa persaudaraan kitalah yang memudahkan kita dalam menghadapi bencana ini. Ketika satu warga terdampak, tetangga lain membantu. Inilah esensi dari Empat Pilar itu; tidak hanya dihafal, tapi hidup dalam tindakan saling tolong-menolong di Lorong Cinergi ini,” tegas Chepy.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bersifat satu arah, namun juga menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk memperkuat kohesi sosial di lingkungan Kelurahan Tangkahan. Warga diingatkan bahwa dengan bersatu dan merawat kepedulian antarsesama, pemulihan lingkungan dan ekonomi pasca banjir akan terasa lebih ringan.
“Banjir boleh menyurutkan air, tapi tidak boleh menyurutkan semangat kebersamaan kita. Mari kita terus jaga persaudaraan ini sebagai modal sosial terbesar kita,” tutup Chepy.
Acara diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai wawasan kebangsaan dan komitmen bersama warga Lorong Cinergi untuk terus menjaga kondusifitas serta kerukunan di tengah tantangan lingkungan yang ada.
OMv- dedi








