MEDAN | okemedan
Pihak berwenang di India telah merilis hasil awal investigasi mereka terhadap kecelakaan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner pada bulan Juni lalu yang menewaskan 229 dari 230 penumpang dan 12 awak pesawat.
Laporan awal yang diterbitkan oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India pada hari Sabtu, 12 Juli (waktu setempat), menyatakan bahwa sesaat sebelum kecelakaan pada tanggal 12 Juni, bahan bakar untuk mesin pesawat terputus. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad menuju Bandara Gatwick di London.
Pada pukul 8:08 pagi, “sakelar bahan bakar Mesin 1 dan Mesin 2 beralih dari posisi RUN ke CUTOFF satu per satu dengan jeda waktu 01 detik. Mesin N1 dan N2 mulai menurun usai lepas landas karena pasokan bahan bakar ke mesin terputus,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Audio kotak hitam dari kokpit merekam “salah satu pilot … bertanya kepada pilot lainnya mengapa dia melakukan cutoff. Pilot lainnya menjawab bahwa dia tidak melakukannya.”
“Sekitar pukul 08:09:05 UTC, salah satu pilot mengirimkan ‘MAYDAY MAYDAY MAYDAY,’” menurut laporan tersebut.
Petugas darurat merespons reruntuhan pesawat pada pukul 08:14 pagi.
“Investigasi masih terus berlanjut dan tim investigasi akan meninjau dan memeriksa bukti-bukti tambahan, catatan-catatan dan informasi yang sedang dicari dari para pemangku kepentingan,” demikian laporan tersebut.
“Air India berdiri dalam solidaritas dengan keluarga dan mereka yang terkena dampak dari kecelakaan AI171,” kata maskapai tersebut dalam sebuah pernyataan dalam menanggapi laporan baru tersebut. “Kami terus berduka atas kehilangan ini dan berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan selama masa sulit ini.”
“Air India bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, termasuk regulator. Kami terus bekerja sama sepenuhnya dengan AAIB dan pihak berwenang lainnya seiring dengan berjalannya investigasi mereka. Mengingat sifat aktif dari investigasi ini, kami tidak dapat mengomentari rincian spesifik dan merujuk semua pertanyaan tersebut kepada AAIB,” tambah pernyataan perusahaan.
Pesawat jet penumpang yang membawa 230 penumpang dan 12 awak ini jatuh beberapa menit setelah lepas landas pada hari Kamis, 12 Juni. Pesawat tersebut menghantam sebuah asrama perguruan tinggi di sebuah daerah pemukiman ketika mendarat darurat di Ahmedabad, dan kemudian terbakar.
OM.- nta






