Medan Rock Band Bangkitkan Nostalgia Riuhnya Musik di Kampus

MEDAN | okemedan.

Pada era akhir 80-an sampai pertengahan 90-an , kampus-kampus negeri dan swasta di Medan menjadi panggung pertunjukan talent-talent lokal baik yang datang dari genre Pop maupun Rock.

Disupport oleh pihak rektorat, dekanat dan didukung oleh sponsor, panggung musik di kampus-kampus Medan pada masa itu tak ubahnya sebuah konser artis nasional. Selalu ramai oleh penonton yang rela membayar tanda masuk.

Hampir tak ada kampus di Medan yang sepi dari show band-band Medan dan Sumatera Utara. Mulai dari kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Dharma Agung  (UDA), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas HKBP Nommensen, Instutut Teknologi Medan (ITM) yang kini sudah wassalam, dan kampus-kampus lain. Di USU terbagi lagi antar fakultas. Pernah di Fakultas Teknik, Fakultas Sastra (kini FIB), Fakultas Ekonomi selain di pendopo Pancasila.

Kenangan riuhnya musik di kampus kembali  hadir Rabu sore (16/10/2024) di salah satu fakultas kampus Unimed Jalan Willem Iskandar Pasar V saat para sesepuh musik rock Kota Medan tampil sebagai band tamu dalam event bertajuk “Rockctober Distortion”.

Adalah gitaris Adek Lubis, bassis Adam, kibodis Ucha, drummer Rahman dan vokalis Ferry alias Uwo Billy tampil sekitar 30 menit di depan para mahasiswa. Keempatnya merupakan alumni dari beberapa band rock di Medan pada era 80-an hingga akhir 90-an.

Seperti gitaris Adek Lubis aka Adek Hifzi merupakan alumni band SS20 dan MMG  – sebuah band yang dulu kerap mengisi berbagai panggung musik recok Kota Medan selain beberapa band sesudahnya. Demikian juga pemain  bass Adam, pernah bergabung dalam band Morphosa dan Valhalla. Vokalis Uwo Billy yang dulu lebih dikenal sebagai Ferry dulunya vokalis Hypnotis, Dimensi dan MMG, Rahman mantan drummer New Chordexs. Sementara Ucha berasal dari Blue Sunshine dan Dimensi yang kini bandnya aktif lagi.

MRB sore itu mengawali penampilannya lewat lagu “Menjilat Matahari” nya God Bless. Setelah itu disusul lagu lawas milik Deep Purple seperti “Smoke on the Water”, “Highway Star”. Ferry memanggil Bais, anak Medan yang kini jadi vokalis band Power Metal naik ke panggung untuk menyanyi bareng lagu legend band asal Inggris tersebut yang disambut meriah oleh penonton.

Lagu lainnya yang dibawakan MRB jelang senja itu adalah tembang ballad lawas God Bless “Huma di Atas Bukit” serta “Burn”- Deep Purple.

Meskipun terpaut waktu yang cukup jauh antara masa tenar lagu-lagu rock tersebut dengan usia mahasiswa yang masih belia namun ternyata lagu-lagu yang dibawakan apik oleh Uwo Billy alias Ferry bisa diapresiasi dan dinikmati seluruh yang hadir. Sebagian penonton merengsek ke depan panggung untuk ikut bergoyang bodi.

Sebelum Medan Rock band, tampil bergantian di panggung band-band mahasiswa Unimed.

Salah satu band mahasiswa tampil di panggung.

Acara “Rocktober Distorsion” yang digelar mahasiswa Unimed itu juga dihadiri sejumlah musisi rock Medan pada zamannya sepeti Jhon Tanjung, Bais, Agus Drum, Said Ahmad dan lain-lain  yang sengaja hadir untuk memberikan motivasi bagi panitia penyelenggara dan band-band fakultas yang bermain hari itu.  Said yang juga ketua umum Rocker Community juga memberikan motivasi di panggung kepada mahasiswa.

Said Achmad memberikan motivasi kepada pemusik dari kalangan mahasiswa.

Jhon Tanjung, gitaris band Taxman  dan MMG itu mengapresiasi pergelaran sore itu. Menurut mantan anggota Komisi Musik Dewan Kesenian Medan ini, iklim pertunjukan musik di kampus perlu dihidupkan kembali oleh pihak kampus maupun mahasiswa kendati mungkin tidak seramai dulu karena zaman yang audah berubah dan taste musik juga sudah berganti, tapi paling tidak riak-riak pertunjukan musik itu perlu ada agar para anak band, terkhusus band band mahasiswa dapat menyalurkan kreasinya di depan orang ramai.

Pengamat dan wartawan musik senior Diurnanta dalam kesempatan yang sama mengamini harapan Jhon agar panggung musik kembali mewarnai kampus-kampus di Medan. “Idealnya packagenya dibuat menarik agar meengundang mahasiswa dan masyarakat pecinta musik. Selain pertunjukan musik, misalnya ada bazar, ada lomba-lomba kreatifitas, pameran dan gimmick gimmick lain,” saran Diur.

OM – nta