JAKARTA l okemedan.
Presiden terpilih Prabowo Subianto usai menerima para calon menteri di kediamannya, kemarin malam, mengatakan mengapresiasi langkah para ketua umum partai politik yang mengirimkan calon-calon menteri dari kalangan profesional.
Hal tersebut dilontarkannya ketika media bertanya mengapa tidak ada calon menteri yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), padahal PKS telah bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
“Mungkin Anda tidak perhatikan, karena dia (orang yang diusulkan PKS tersebut, red) seorang profesional, “ katanya. “Jadi begini, terus terang saja saya menyatakan saya apresiasi para ketua umum. Banyak ketua umum yang mengajukan orang-orang profesional, jadi mungkin anda tidak perhatikan karena yang diajukan adalah partai A , partai B, karena yang diajukan justru orang-orang teknokrat.”
Menurutnya, pemanggilan calon-calon menteri dan wakil menteri tersebut merupakan bagian dari proses yang sudah berjalan cukup lama. Sebelum melakukan perekrutan tersebut, ujarnya, ia telah melakukan berbagai pemantauan, dan juga diskusi. Sehingga undangan kepada para calon menteri dan wakil menteri tersebut merupakan sebuah penegasan dari mereka apakah bersedia atau tidak untuk membantunya dalam lima tahun ke depan.
Jadi sebetulnya hari ini hanya mengkonfirmasi, saya konfimasi, saya yakinkan mereka bersedia atau tidak membantu saya di bidangnya. Saya tawarkan kepada mereka, alhamdulilah semuanya menyatakan sanggup,” jelasnya.
Ditambahkannya, Prabowo juga memberikan beberapa penekanan bagaimana perkiraan arah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahannya kelak. Mendengar kesanggupan dari calon menteri yang dipanggilnya, Prabowo menyatakan merasa puas dan berharap bisa bekerja sama dengan baik.
“Semuanya mengerti bahwa kita harus bekerja dengan baik, bekerja dengan keras, bekerja secara tim, karena suasana dunia penuh ketidakpastian. Kita benar-benar harus bekerja dengan team work yang sangat baik,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait para calon menteri dan wakil menteri yang dipanggil oleh presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurutnya, keputusan siapa yang dipilih merupakan hak prerogatif seorang presiden dan ia menghargainya. Terkait wajah lama menteri-menteri di kabinetnya yang kembali dipilih oleh Prabowo, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan sebuah keberlanjutan yang akan dijalankan dalam pemerintahan yang baru.
“Mengenai kurang lebih 15-16 menteri di kabinet sekarang yang juga dipilih oleh Bapak Prabowo itu juga saya kira melalui pertimbangan matang, melalui seleksi, melalui pengalaman beliau bergaul, berinteraksi dengan para menteri selama lima tahun, dan memang hampir tim ekonomi yang ada memang….. , yaitu yang namanya keberlanjutan,” ungkap Jokowi.
VOA









