OkeSport

Pascal Torehkan Prestasi Di Ajang Pencak Silat Porkot Medan 2024

Pascal foto bersama Ketua Umum (Ketum) Pengkot) IPSI Medan AKBP (Purn) H Enjang Bahri SH MH.

MEDAN l okemedan. Cowok yang biasa dipanggil Pascal ini merupakan pesilat menggambarkan sosok yang tak mudah menyerah. Hal ini terbukti, anak kedua dari lima bersaudara ini berhasil menorehkan medali emas. Keping emas tersebut dipersembahkan untuk kontingen Kecamatan Medan Labuhan di arena pencak silat Porkot Medan 2024.

Pesilat yang dilahirkan di Medan ini, tampil perkasa untuk menaklukkan lawannya Sazzahan Habbul Hayat pesilat dari Kecamatan Medan Polonia pada partai final kelas J, yang disaksikan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Kota (Pengkot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Medan AKBP (Purn) H Enjang Bahri SH MH.

“Alhamdulilah berhasil mendulang emas pada ajang Porkot tahun ini. Sebagai pesilat juga bisa lelah, tapi sebagai seorang pesilat tidak mudah menyerah dalam meraih prestasi. Intinya, sebagai juara punya caranya masing-masing, yakni punya dua jalan yang sama, yaitu berusaha dan berdoa sebelum pertandingan”, ujar pesilat bernama lengkap Muhammad Pascal Prawira di Medan, Senin (8/7/2024).

Anak dari pasangan Armides dan Rita Wati tertarik dengan pencak silat karena merasa salut dengan pencak silat, di sisi lain dapat membela diri dan satu sisi lain pencak silat ini adalah olahraga yang sangat berguna buat diri sendiri dan untuk mewujudkan seni budaya Indonesia. Hal ini membuat dirinya memasang target dengan genggaman emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) pada 2026 mendatang.

“Pencak silat merupakan seni bela diri tradisi khas Indonesia yang telah ada dari generasi ke generasi. Pencak silat menjadi cabang bela diri kebanggaan Indonesia. Pencak silat berkembang ke seluruh wilayah Indonesia dengan masing-masing keunikan gerakan dan musik yang mengiringinya, termasuk di kota Medan,” papar pesilat yang berdomilisi di Jalan Arohman Lingkungan VI Medan ini.

“Awalnya saya mengikuti pencak silat sejak tahun 2015 hingga sampai saat ini. Mulanya hanya sekedar untuk menjaga diri dari kejahatan yang mengancam, lalu setelah mengikuti kejuaraan pencak silat ada ambisi untuk mengukir prestasi sebanyak-banyaknya, dan akhirnya menjadi hobi”, tutur cowok yang dilahirkan pada 15 Maret 2003 ini.

Atlet binaan KONI Medan ini mengungkapkan bahwa pencak silat adalah olahraga individu maka dirinya harus berkonsentrasi dan memiliki tugas berlaga dan memenangkan setiap pertandingan sehingga mencapai puncak sebagai pemenang. “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi sering ketakutanlah yang membuatnya menjadi sulit untuk memenangkan saat pertandingan”, kata pendoyan lele sambel hijau ini.

Pesilat dari perguruan Persinas Asad ini telah membukukan berbagai prestasi antara lain meraih perunggu Kejurnas aPerguruan Persinas Asad 2017, emas pada Selekda Pencak Silat 2021, perak Porprovsu 2022, emas Porkot Medan 2023, dan emas Porkot Medan 2024.

Cowok dengan tinggi 176 cm bobot badan 90 kg ini terus berlatih dan berlatih agar bisa untuk mematangkan persiapan menuju Porprovsu 2026 mendatang. “Target ke depan terus berlatih dan mematangkan persiapan menuju Porprovsu 2026 hingga dapat menjadi kontingen Sumut untuk berlaga pada PON XXI/2028 yang digelar di NTB dan NTT”, pungkas atlet yang dilahirkan 21 tahun silam ini.

OM – DL

DL)

Back to top button
Verified by ExactMetrics