OkeSport

Ikhsan Tampil Perkasa di Arena Pencak Silat Porkot Medan 2024

Ikhsan Fauzi Abdullah foto bersama Ketum IPSI Medan, AKBP (Purn) H Enjang Bahri SH MH.

MEDAN l okemedan. Anak muda yang akrab disapa Iksan ini tampil perkasa di arena pencak silat pada even Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke XIV tahun 2024 yang digelar di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Ujung Medan, Kamis (20/6/2024). Pendekar dari kontingen Kecamatan Medan Labuhan dengan penampilan gemilang berhasil mendulang emas.

Pada partai final fighter putra kelas H, yang disaksikan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Kota (Pengkot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Medan AKBP (Purn) H Enjang Bahri SH MH, pesilat bernama lengkap Ikhsan Fauzi Abdullah dengan penuh percaya diri mampu mengalahkan Alvadila Dwi Adinata, pesilat dari Kecamatan Medan Kota.

Torehan emas dari atlet yang dilahirkan di Medan ini memberi kontribusi keping emas untuk Medan Labuhan yang tampil sebagai juara umum dengan raihan 4 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

“Alhamdulilah saya ucapkan dan bersyukur atas kemenangan pada Porkot tahun ini. Namun, prestasi yang diraih bukan untuk berleha-leha dan cepat berpuas diri. Untuk ke depan tetap fokus latihan untuk mematangkan persiapan lebih baik lagi dalam menghadapi kejuaraan pencak silat pada pertandingan berikutnya. Harapan saya semoga di pertandingan berikutnya untuk mempertahankan raihan emas yang telah didulang”, ujar atlet binaan KONI Medan ini, Jumat (5/7/2024).

Pemuda kelahiran 2003 yang berdomisili di Jalan Sejahtera Medan ini, menjadikan Porkot Medan 2024  salah satu tolak ukur  untuk melakukan evaluasi kekurangan saat bertanding maupun latihan. Hal ini dilakukan anak dari pasangan Sukirno dan Sri Supatmi sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang akan dihelat pada 2026 mendatang, sebagai awal seleksi untuk menjadi kontingen Sumut menuju PON XXII/2028.

Anak kedua dari dua bersaudara ini terus eksis untuk menimba ilmu pencak silat di bawah binaan pelatih Aryo Wulan dan Adek Arifin Harahap. Seiring perjalanan waktu pelajar SMA Generus Bangsa Medan telah menyandang sabuk kuning.

“Saya tertarik untuk mengikuti latihan atau pertandingan pencak silat karena mempunyai bakat dalam bela diri pencak silat yang mengandung seni yang diajarkan dalam pencak silat. Selanjutnya ingin menjadi penerus pesilat-pesilat yang akan bertanding di PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Saya juga ingin membanggakan kedua orang tua dengan cara berprestasi dalam bidang olahraga beladiri pencak silat, khususnya ingin berlaga di PON 2028 yang dihelat di NTT dan NTB”, terang pesilat dari perguruan Persinas Asad ini.

Alumni SD Karya Bakti ini menuturkan manfaat pencak silat dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Gerakan di dalamnya dapat meningkatkan proses berpikir dalam menghadapi permasalahan. Dengan begitu, seorang pesilat bisa mengambil keputusan dengan tepat dan akurat saat pertandingan untuk mengetahui kelemahan lawan yang dihadapi.

Alumni SMP Penerus Bangsa Medan ini, mejelaskan dengan belajar pencak silat dapat melakukan pengembangan kemampuan afektif. Kegunaannya sejalan dengan gerakan latihan yang mengarah pada sikap menjunjung tinggi sportivitas, saling menghargai sesama teman saat latihan dan tanding dan rendah hati terhadap sesama umat manusia. Selain itu, pencak silat juga mampu meningkatkan rasa percaya diri, melatih ketahanan mental, melatih keuletan dan mampu mengembangkan kewaspadaan diri dari lingkungan sekitar.

“Sebagai pesilat jiwa petarung dan mental juara harus ternanam dalam jiwa pendekar sesuai arahan Ketua IPSI Medan Pak Enjang. Untuk itu, target ke depan dapat lolos PON XXII/2028. Untuk menggapai impian tersebut harus berlatih dengan keras sehingga terpilih menjadi atlet Pelatda pencak silat PON kontingen Sumut”, tutup cowok dengan tinggi 170 cm dan berat 85 kg ini.

OM – nila

Back to top button
Verified by ExactMetrics