Langkat

Sekdakab Buka Rakor Inplementasi Integrasi Layanan Premier

Foto: Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (20/6).

LANGKAT l okemedan. Dalam rangka penerapan integrasi layanan primer, Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Kamis (20/6).

Pj Bupati Langkat H.M.Faisal Hasrimy, AP., M.AP diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Amril, S.SOS., M.AP sampaikan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Langkat siap mendukung agenda transformasi sistem kesehatan tersebut.

“Dimana transformasi ini merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Kegiatan ini dihadiri 5 lokus Kecamatan yang menjadi titik awal yaitu Salapian, Stabat, Hinai, Besitang, Selesai, dan Pangkalan Susu dihadiri Camat, Kepala Desa/Lurah dan Kepala Puskesmas dengan menghadirkan pemateri Usaid Momentum Sumut, Syafrimed Aziz.

Pj Bupati Langkat H.M. Faisal Hasrimy, AP., M.AP dalam sambutan yang disampaikan Sekretaris Daeeah Kabupaten Langkat Amril, S.SOS., M.AP menggunakan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mulai mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer dimana integrasi tersebut akan melihat mulai dari pelayanan puskesmas hingga ke tingkat desa” katanya.

Hal tersebut bertujuan menyamakan kebijakan integrasi pelayanan primer yang berfokus pada pemenuhan layanan kesehatan sesuai siklus hidup dalam mendukung agenda transformasi sistem kesehatan.

Sekda Langkat Amril menambahkan bahwa Pemkab Langkat telah mengikuti rakor terkait implementasi integrasi layanan primer untuk seluruh republik Indonesia di Jakarta.

“Pemda diminta menyampaikan agar hal yang dibutuhkan daerah terkait pelayanan kesehatan bisa segera terpenuhi” ucap Amril.

Di kesempatan itu, Sekda Langkat menyampaikan update perkembangan penimbangan dan pengukuran stunting di Kabupaten Langkat.

“Sampai hari ini data yang sudah masuk sekitar 98,46%, dimana 88.000 lebih balita yang sudah melakukan penimbangan dan pengukuran. Dari hasil tersebut ada 334 balita yang terindikasi stunting,” ucapnya.

Ada kesenjangan yang cukup tinggi antara SKI yang dirilis 2023 angka stunting Kabupaten Langkat sekitar 16%, namun setelah melakukan penimbangan,, yang terindikasi hanya 0,39%.

Sekda Langkat mengajak untuk harus pertahankan persentase ini karena hasil ini real menggunakan alat standar yang diinstruksikan oleh pusat.

“Kita akan segera membuat pertemuan menyeluruh untuk tindak lanjut terkait anak anak yang terindikasi stunting di Kabupaten Langkat tersebut,” ujarnya.

OMD – hm.ilyas

Back to top button
Verified by ExactMetrics