OkeGlobal

Dampak Garuda Delay, Anggota DPD-RI Minta Jalur Khusus Untuk Calhaj Indonesia

MEDAN | okemedan. Anggota DPD RI asal Sumatera Utara melepas keberangkatan jamaah calon haji kloter 12 yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Deli Serdang Sumut.

Dalam kesempatan itu,Dedi Iskandar menyinggung tentang terjadinya delay Kloter 11 Embarkasi Medan, Jum’at (24/5).

Jemaah merasakan keterlambatan itu adalah calon haji asal Kabupaten Batubara,Kota Medan dan Kabupaten Nias Utara. Mereka baru take off dari Kualanamu International setelah delay (terlmbat terbang) selama tujuh jam .

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut),Dr. H. Dedi Iskandar Batubara merespon hal tersebut.
Dedi anggota DPD Komisi 3 urusan haji itu pun menyebut delay bisa dimaklumi, namun harus dievaluasi.
‘’Kita maklum karena traffic flight luar biasa padat bandara Madinah dan Jeddah karena semua penerbangan dari seluruh dunia akan take off dan landing dari sana,’’ kata Dedi.

Dedi Iskandar Batubara yang juga Ketua DPW Alwashliyah Sumut saat bersama Kakanwil Kememang Sumut yang juga Ketua PPIH Embarkasi Medan Ahmad Qosbi Nasution mengatakan hal itu sebelum melepas keberangkatan Kloter 12 Embarkasi Medan dari Asrama Haji menuju Kualanamu International Aiport (KNIA), Sabtu malam (25/5).

Dedi pun menyebut keterlambatan itu masih dalam batas toleransi. Namun, seharusnya sejak awal harus diantisipasi oleh pihak Garuda maupun Kementerian Agama dengan memberikan langkah-langkah antisipatif.

‘’Kita berharap ke depan semakin baiklah. Pasti dievaluasi,’’ cetusnya.

Sebagai jamaah haji terbesar dan paling banyak, kata Dedi, Indonesia semestinya mendapatkan layanan yang baik dari Pemerintah Arab Saudi.

‘’Kita berharap akan ada layanan lebih diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada jamaah kita,’’ ucapnya.

Layanan lebih yang diharapkan itu tentunya dengan kerjasama negara dengan negara yakni Indonesia dan Arab Saudi, termasuk fasilitas layanan penerbangan jamaah haji.

‘’Mungkin ke depan perlu juga dipikirkan Pemerintah Saudi barangkali membuka pintu khusus jamaah Indonesia di kedatangan bandara Jeddah dan Madinah,’’ tuturnya.

Dedi menyebut permintaan pintu khusus itu tidak mustahil karena 241 ribu jamaah kita. Tidakk ada apa-apanya negara-negara Eropa, Nigeria dan sebagainya dibandingjumlah jemaah Indonesia.

‘’Ya kita harus minta prioritas karena jamaah kita banyak. Supaya tidak ada lagi keterlambatan flight,’’ ujar Dedi Iskandar.

OM – Anindia

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Verified by ExactMetrics