Medan

Baznas Sumut Khitan 100 Anak dari Keluarga Kurang Mampu

MEDAN I okemedan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengkhitan 100 anak dari keluarga kurang mampu dalam kegiatan Khitan Massal Sehat Ceria yang diselenggarakan bersama Kolaborasi Sumut Sehat, Sabtu (6/1/2024), di Aula Baznas Sumut, Jalan Rumah Sakit Haji, Medan Estate, Deliserdang.

Ketua Baznas Sumut Prof Dr H Mohammad Hatta mengatakan, kegiatan khitan massal ini merupakan bagian dari program Sumut Sehat, salah satu dari lima program unggulan Baznas Sumut.

Selain Sumut Sehat, Baznas Sumut juga menjalankan program Sumut Takwa, Sumut Peduli, Sumut Sehat, Sumut Cerdas, dan Sumut Makmur.

Seluruh program yang dijalankan Baznas Sumut mencakup banyak sektor, mulai dari dakwah, avokasi, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, kemanusiaan, ekonomi, pemberdayaan, dan lainnya.

“Melalui berbagai macam program tersebut kami berharap dapat meningkatkan status masyarakat yang semula mustahik, selanjutnya bisa menjadi pemberi zakat,” ujar Hatta dalam acara yang turut dihadiri Wakil Ketua II Baznas Sumut Dr H Sultoni Trikusuma, Wakil Ketua MUI Sumut H Abdul Halim Ritonga, dan Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI) Prof Dr dr Ridha Dharmajaya Sp BS (K).

Hatta menyebutkan, pada tahun 2023, zakat Sumut terkumpul sebanyak Rp16 miliar. Zakat yang terkumpul sudah disalurkan kepada para mustahik secara per triwulan.

Menurutnya hampir dalam setiap kegiatan penyaluran zakat yang dilaksanakan Basnas Sumut tersebut, Gubenur bersama unsur Forkopimda selalu hadir.

“Ini bentuk transparansi kami (Baznas Sumut) sekaligus untuk meyakinkan masyarakat bahwa zakat yang kami kumpulkan benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” kata Hatta.

Terkait kegiatan khitan massal yang dilaksanakan Baznas Sumut, Hatta menyampaikan bahwa khitan adalah salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki.

Menurut pandangan agama, fungsi dari khitan adalah mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

Sedangkan secara medis, khitan mempunyai faedah yang sangat penting, yakni untuk membuang bagian anggota tubuh yang menjadi persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

Melalui khitan massal ini Hatta berharap seluruh anak-anak yang dikhitan memahami pentingnya menjalankan syariat agama serta berperilaku hidup bersih dan sehat.

Khitan massal ini juga merupakan salah satu bentuk pemanfaatan bantuan dana zakat yang dikelola Baznas Sumut.

“Hari ini anak-anak peserta khitan memperoleh hak atas zakat. Kepada anak-anak kami yang dikhitan selamat menjadi anak-anak yang sehat, selamat menjadi anak-anak yang cerdas, dan selamat menjadi anak-anak yang soleh. Dan semoga kelak mampu menjadi muzakki,” pungkas Hatta.

Sementara itu amatan di lokasi, dalam kegiatan ini Panitia yang diketuai Dr dr H Elman Boy MKes SP KKLP yang juga Direktur Rumah Sehat Baznas (RSB) Sumut mengerahkan sekitar 20 tim petugas khitan yang tediri atas dokter serta paramedis.

Peserta khitan yang merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu datang ke lokasi kegiatan dengan didampingi orangtua maupun kerabat masing-masing.

Selain dikhitan secara gratis dan mendapat perawatan hingga sembuh, seluruh anak-anak peserta khitan yang rata-rata masih berusia sekolah dasar tersebut juga mendapat paket bingkisan berupa sarung, tas sekolah, souvenir, dan bantuan lainnya dari Baznas Sumut serta sponsor.

Khitan Massal Sumut Ceria ini turut didukung GGSI, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Dakwah Khusus Perbaikan Akhlak Bangsa (LDK PAB), Forum Silaturahmi Badan Kemakmuran Masjid (Forsil BKM) Indonesia, dan Majelis Taklim Darusshofa.

Selain diisi taushiyah yang disampaikan oleh Pimpinan Majelis Taklim Darusshofa, para peserta khitan beserta para orangtua maupun kerabat pendamping mendapat sejumlah edukasi.

Antara lain edukasi terkait zakat dan program Baznas Sumut yang disampaikan Wakil Ketua II Baznas Sumut Dr H Sultoni Trikusuma serta edukasi seputar keberadaan Forsil BKM Indonesia dan LDK-PAB.

Salah satu orangtua dari anaknya dikhitan, Iin (36) wara Bandar Klipa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, mengaku bahagia dan bersyukur karena anaknya telah disunat.

Ia mengaku awalnya anaknya sempat ragu untuk ikut khitanan massal tersebut. Namun setelah diyakinkan, akhirnya anaknya yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar tersebut mau ikut serta.

“Sempat ragu anaknya. Ya sempat takut juga, namanya anak-anak. Apalagi pas pulak anak-anak kan mulai masuk sekolah lagi habis libur panjang kemarin. Tapi setelah saya jelaskan, saya yakinkan, Alhamdulillah anaknya mau. Terima kasih Baznas Sumut. Anak saya sudah dikhitan dan sehat,” ungkap wanita tersebut sumringah.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by ExactMetrics