MEDAN | okemedan. Wali Kota peserta pertemuan ke 5 Indonesia- Malaysia -Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) mengaku kagum dengan tiga bangunan bersejarah di Kota Medan.
Tiga bangunan bersejarah itu Masjid Raya Al Mashun, Tjong A Fie Mansion dan Kantor Pos Medan.
Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Hatyai (Thailand) Mr. Witchai Kanchanasuwon yang mewakili seluruh peserta, Senin (31/10/2022).
Dia mengatakan, masyarakat Medan harus bersyukur karena memiliki kota yang indah dan bagus.
“Semua yang ada di Kota Medan sangat penting dan harus dijaga, kita harus bergerak menjadikan kota Medan lebih baik. untuk itu kita harus belajar karena itu sangat penting dan itu merupakan yang serius,” ujar Witchai Kanchanasuwon.
Dia juga mengungkapkan rasa senang dapat datang ke Kota Medan. Sebab Medan merupakan kota yang sangat baik dan di dukung dengan kebersihanya.
Dikatakannya, setiap negara dan kota harus bersama-sama saling membantu untuk mengatasi persoalan yang ada, termasuk masalah kebersihan.
Wakil Wali Kota Hatyai (Thailand) Mr. Witchai Kanchanasuwon bersama peserta dibawa oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution bertajuk City Tour mengunjungi tiga bangunan bersejarah tersebut.
Kunjungan pertama yaitu Masjid Raya Al Mansun. Di sini, rombongan peserta bersama Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, Sekda Kota Medan Aulia Rachman, dan pimpinan OPD disambut oleh Pengurus Masjid Raya Al Mashun Medan Muhammad Hamdan.
Hamdan menjelaskan bangunan Masjid Raya Al Mansun merupakan peninggalan kejayaan Kesultanan Deli hingga kini masih digunakan sebagai tempat ibadah.
Masjid Raya Al Mashun dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909. Masjid ini juga dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ma’mun Alrasyid Perkasa Alam.
Bangunan Masjid yang unik ini menggunakan perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India, dan Spanyol.
Selain itu, masjid yang terletak di Jalan Sisingamangaraja ini juga berbentuk segi delapan serta memiliki sayap pada sisi selatan, timur, utara, dan barat. Gaya arsitektur Moor terdapat pada masjid ini, yaitu terlihat pada kubah masjid yang berbentuk pipih dan hiasan bulan sabit di bagian puncaknya. Ruangan di bangunan masjidnya terbagi tiga yaitu menjadi ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara. Ruang utama, berfungsi untuk tempat sholat, yang berbentuk segi delapan tidak sama sisi. “Masjid Raya Al Mashun ini dapat menampung lebih kurang 2000 orang,” kata dia.
Setelah melihat sekeliling Masjid, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan City Tour nya menuju ke Tjong A Fie Mansion untuk melihat keindahan salah satu bangunan heritage milik dari seorang pengusaha yang berasal dari Hakka, Tiongkok.
Kehadiran para rombongan disambut hangat oleh keturunan dari Tjong A Fie. Para peserta tampak takjub melihat bangunan dua lantai yang dibangun pada tahun 1860-1921. Para peserta yang berjumlah sebanyak 32 orang ini menyusuri setiap ruangan Tjong A Fie Mansion sembari mendengarkan sejarah dari kehidupan Tjong A Fie beserta keluarga di masa lampau dan kontribusinya dalam membangun kota Medan.
Setelah dari Tjong A Fie Mansion, Wali Kota Medan Bobby Nasution beserta para perserta pertemuan ke 5 Indonesia- Malaysia- Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) yang terdiri dari perwakilan dari Penang Malaysia, Ipoh Malaysia, Kuala Kangsar, Hatyai (Thailand), Yala (Thailand), Songkhla (Thailand), Pekanbaru, Padang, IDB, GIS Indonesia, CIMT, dan IGES ini menuju ke bangunan bersejarah selanjutnya yaitu gedung Kantor Pos Medan yang baru saja diresmikan menjadi Pos Bloc yang merupakan ruang bagi para pelaku kreatif dan UMKM.
Wali Kota Medan Bobby Nasution beserta peserta lainya mendengarkan penjelasan dari petugas kantor Pos mengenai sejarah Kantor Pos dan bangunannya yang sudah dibuka sejak tahun 1911 tersebut. Wali Kota Medan Bobby Nasution dan rombongan lainya juga menyempatkan diri untuk menikmati kuliner dari para pelaku UMKM yang ada di Pos Bloc.
OM-zan








