Dikatakannya, bahwa perbedaan bukanlah salah satu hambatan menjadi renggang namun perbedaanlah yang membuat indah dan satu kesatuan.
“Kami tetap semangat, kami buat perbedaan dari tahun tahun sebelumnya,” katanya, Rabu siang (17/8/2022).
Selain menunjukkan kesatuan, pakaian adat juga guna melestarikan budaya Indonesia yang saat ini semakin pudar, untuk itu dengan adanya acara ini menanam pada generasi ataupun anak anak bahwa betapa pentingnya adat, suku dan budaya untuk dilestaraikan dan sekaligus menjaga kesatuan dari perbedaan suku dan budaya.
“Pakaian adat, selain untuk melestarikan budaya adat kita juga menambah semangat warga disini dengan kostum kostum yang ada,” ungkap Fery.
Upacara ini juga dihadiri oleh anak anak orang tua hingga kakek kakek dan nenek nenek .
“Totalnya semua Ibu ibu ada 70 orang, orangtua ada 40 orang , anak anak 25 orang, dan kakek kakek, nenek, ada sekitar 3 pasang,” ujarnya.

Ia berharap demgan adanya kehiatan ini dengan menumbuhkan rasa nasionalis pemerintah daerah dapat memperhatikan kawasan lingkungan sekitar.
“Harapan kami ke depan agar pemerintah lebih memperhatikan kami memperhatikan lingkungan kami , jalan jalan kami fasilitasi sarana olah raga kami”. tuturnya.
OM -diurnawan








