MEDAN I okemedan. Sebanyak 8.377 peserta bersaing mengikuti ujian Seleksi Masuk Mandiri (SMM) dan Seleksi Penerimaan Program Diploma (SPMPD) 2022 yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU), dari tanggal 25 hingga 31 Juli 2022 mendatang.
Dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, para peserta akan merebut kouta 3.723 orang terdiri, SMM 2.452 orang dan SPMPD 1.271 orang.
“Alhamdulillah hari ini, dari hasil peninjauan kita ujian berjalan dengan lancar,” ujar Rektor USU, Dr Muryanto Amin kepada wartawan, usai meninjau pelaksanaan Seleksi Masuk Mandiri (SMM) dan Seleksi Penerimaan Program Diploma (SPMPD) 2022, beberapa lokasi seperti di Fakultas Ilmu Komputer, Keperawatan dan Fakultas Pertanian memastikan ujian berlangsung dengan lancar, Selasa (26/7/2022) siang.
Hadir di antaranya Ketua Panitia Seleksi yang juga Wakil Rektor I Dr Edy Ikhsan, SH, MA, Wakil Rektor II Muhammad Arifin Nasution, SSos, MSP, Wakil Rektor IV Prof Opim Salim Sitompul, Wakil Rektor V Ir Luhut Sihombing, MP dan Direktur Direktorat Pengembangan Pendidikan Dr Anggia Muchtar, ST, MMIT.
Muryanto menjelaskan, untuk peserta UTBK Seleksi Mandiri sebanyak 8.377 orang, terdiri 7.768 dengan rincian yang memilih kategori IPA 4.296, IPS 2.833 dan IPC 639. Sementara untuk SPMPD sebanyak 609 dengan rincian yang memilih kategori IPA 212, IPS 337 dan IPC 60.

Dia menambahkan, untuk pengumuman UTBK Seleksi Mandiri akan diumumkan pada tanggal 7 Agustus 2022 dan akan diumumkan melalui halaman website USU.
Disisi lain, Muryanto mengungkapkan ada sejumlah Program Studi (Prodi) yang kurang peminat pelamarnya di USU seperti Sastra Arab, Etimologi pada UTBK SNMPTN, UTBK SNMPTN hingga UTBK Seleksi Mandiri.
Namun demikian, lanjutnya, USU tidak serta menutup prodi yang minim peminat setiap tahun pada penerimaan mahasiswa baru.
“Setiap tahun kita evaluasi, tapi bukan kita tutup seperti Sastra Arab, Etimologi. Antara pelamar dan Kouta, lebih banyak koutanya ketimbang pelamarnya,” jelasnya.
Disinggung tentang kembali naiknya kasus Covid-19 di Medan akan berdampak pada perkuliahan, Muryanto mengatakan akan melihat bagaimana perkembangannya. “Rencana perkuliahan akan dilaksanakan September, kita lihat bagaimana perkembangan kasus Covid-19 nantinya, apakah bisa tatap muka. Saat ini kita juga melakukan secara hybrid,” jelas Muryanto.
OM-zan








