Audisi Rock On 2022 Segera Beraksi di Medan, Mencari 12 Band Enak Didengar Enak Dilihat

MEDAN | okemedan. Setelah dua tahun lebih dihantam Covid, panggung sepi dari aksi, syahwat kerinduan  menyaksikan band -band rock Medan beraksi tak lama lagi bakal terpenuhi lewat “Rock On 2022”.

Adalah Syahid Ahmad, seorang musisi rock di Medan terjun menjadi promotor musik di semester kedua 2022. Setelah “cek ombak” menggelar beberapa pertunjukan reuni rocker Medan dan silaturahmi sambil bernostalgia di bawah bendera Rockers Community, kini pria berkulit gelap pemilik jambang pendek ini membuat even besar di kota Medan. Audisi Rock On 2022. Event tribute band-band rock dunia. Jika aral tak melintang akan digas pol pada hari Sabtu 23 Juli 2022 di Mega Park Jalan Kapten Muslim Medan.

seorang manager band menunjukkan nomor peserta yang ditariknya. foto okemedan/diur

Minggu (17/7/222) kemarin, technical meeting sekaligus pencabutan nomor peserta sudah dilaksanakan dengan lancar. Sebanyak 31 band menyatakan diri siap jadi peserta. Mereka berasal dari Kota Medan, Aceh dan sekitarnya.

Promotor Syahid Ahmad kepada peserta memaparkan, hajatnya menggelar Audisi Rock On 2022 yang big eventnya dilaksanakan pada Oktober 2022 karena ingin melihat band rock Medan bangkit kembali merebut kejayaan masa lalu. Ini juga yang digarisbawahi oleh Konsultan Audisi Rock On 2022, Herwin Kampusi.

“Ini bukan festival, ini audisi mencari band yang enak didengar dan enak dilihat. Kalau enak didengar dan dilihat berarti enak dijual,” tegas Syahid.

Manajer sebuah band menunjukkan nomor undian yang dipilihnya. foto okemedan/diur

“Kita gak main-main. Kita gak main main bagaimana supaya (musisi) Medan ini bangkit lagi,” imbuhnya.

Disebutkan dari 31 peserta audisi yang tampil selama 20 menit membawakan lagu-lagu bertemakan tribute band-band rock besar sejak era 70-an sampai 90-an, tim penilai yang terdiri dari pengamat musik dan wartawan musik senior  akan memilih 12 band peserta audisi yang enak didengar dan enak dilihat.

Bagi band yang lolos audisi, promotor memberikan fee 5 juta Rupiah setiap grup. Di acara big event yang rencananya berlangsung dua hari di Lapanngan Benteng Medan, keduabelas band terpilih akan dimanjakan fasiitas laiknya artis nasional berupa penginapan di hotel berbintang dan transportasi bis  dari hotel ke venue.

“Harapannya bahwa, kita sama-sama belajar, tapi belajarlah secara profesional Jujur saya baru belajar, minta didampingi dan minta pendapat dari abang-abang bagaimana supaya bisa membangun musik di Medan kembali” ungkap Syahid.

Foto Bersama – Peserta audii Rock On 2022 foto bersama usai technical meeting. foto: okemedan/diur

Ia mengingatkan dulu audiens panggung musik artis nasional sama dengan crowdnya panggung musik artis Medan. Bahkan kadang lebih banyak penonton musisi Medan beraksi.

Syahid mengibaratkan band-band Medan selama ini seperti anak ayam kehilangan induk. Maka itu, iapun terpanggil berbuat sesuatu bagaimana agar band Medan kembali jadi tuan di kota sendiri – meminjam istilah Ian Jenggoth, seorang musisi senior Medan yang ikut dalam kepanitiaan sebagai Project Officer (PO).

“Maka itu kita buka kesempatan seluasnya kawan kawan Sumut dan Aceh ikut serta dalam event ini,” ujar Syahid.

Sementara itu, Ian Jenggoth  menjelaskan poin-poin teknis pelaksanaan audisi  bagi peserta. Diantaranya, panitia menyiapkan sound system 10 ribu watt, drum set, ampli gitar dua set, ampli bass dan kibod.

Setiap peserta maksimal tampil selama 20 menit membawakan lagu di panggung. Hitungan 20 menit itu dimulai dari MC mempresentasikan grup band kepada penonton. Untuk itu Ian Jenggoth menyarankan band cerdas menyiasati lagu selesai dalam 20 menit. “Lagu tIdak boleh dimedley . Lagu harus full karena sifatnya audisi “, tegas bassist MMG, band sohor Medan  di awal 90-an ini. Bila overtime dari 20 menit akan di-cut.

Dia juga mengimbau setiap band saling mensupport peserta dengan ikut datang menonton.

“Jadi kami harap seluruh peserta sudah hadir disini, support kawan kawan kita” kata Ian.

Setiap band juga disarankan mengenakan kustum yang biasa digunakan band tribute asli saat show. Misal dress code Sepultura, gaya gaya pun Sepultura.

Dalam kesempatan yang sama, Konsultan Audisi Rock On  2022, Herwin Kampusi memaparkan dalam audisi ini setiap band wajib punya manajer. Ini karena menurutnya penting keberadaan manager bagi sebuah band. “Manajer yang benar benar manajer. (Selama ini) yang ada toke band. Anak band dikotak katik,” cetusnya.

Pada akhir technical meeting, setiap manager band yang ikut audisi mencabut nomor  di depan Promotor Syahid Ahmad, Konsultan Herwin dan Ian Jenggoht. Menariknya, band-band rock lama era 90-an pun ikut dalam audisi ini, seperti Challenger, MMG, Taxman, Radiotron, Prahara, dll.

OM – diur

 

 

 

Tinggalkan Balasan