BOGOTA } okemedan. Sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka setelah sebuah stand roboh selama adu banteng di Kolombia tengah.
Rekaman video yang ditayangkan BBC menunjukkan tribun kayu tiga lantai yang dipenuhi penonton yang jatuh di sebuah stadion di El Espinal, departemen Tolima.
Seekor banteng terus berkeliaran di ring saat orang-orang melarikan diri dari reruntuhan.
Acara tradisional “corraleja” melibatkan anggota masyarakat yang memasuki ring untuk melibatkan banteng.
Korban tewas termasuk dua wanita, seorang pria dan seorang anak, kata Gubernur Tolima Jose Ricardo Orozco. Pejabat kesehatan wilayah itu mengatakan rumah sakit telah merawat 322 orang di antaranya empat dalam perawatan intensif.
Acara hari Minggu adalah bagian dari perayaan festival San Pedro yang populer.
Presiden yang akan mengundurkan diri Ivan Duque mengatakan akan ada penyelidikan, sementara Presiden terpilih Gustavo Petro mendesak pejabat lokal untuk melarang acara semacam itu.
“Saya meminta walikota untuk tidak membiarkan lebih banyak peristiwa yang melibatkan kematian orang atau hewan,” katanya.
Ini bukan pertama kalinya kecelakaan seperti itu terjadi, tambahnya.

Pada hari Sabtu beberapa orang terluka selama corralejas di El Espinal. Awal bulan ini satu orang meninggal setelah ditanduk banteng selama corraleja di kota Repelon.
Orozco mengatakan otoritas regionalnya akan melarang corraleja, dengan mengatakan mereka berbahaya dan kejam terhadap hewan.
Pemimpin baru, Mr Petro, melarang adu banteng di arena adu banteng utama ibukota Kolombia, Bogotá, selama tugasnya sebagai walikota kota.
OM – nta








