Content Creator Harus Jeli Lihat Hal Kecil Jadi Potensi

MEDAN I okemedan. Content Creator harus jeli melihat hal yang kecil yang luput dari perhatian orang untuk dijadikan sebuah potensi.

“Seorang content creator kiranya dapat melihat hal-hal kecil yang luput dari perhatian menjadi sebuah konten. Selain untuk mengenalkan Kota Medan juga menjadi dan memberi nilai ekonomis bagi content creator itu sendiri,” kata Bobby Nasution saat membuka Content Creator Fest di Hotel Emerald Garden, Jalan Kol Yos Sudarso Medan, Selasa (28/6/2022) siang, yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan tersebut.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini mengungkapkan bahwa setiap sudut Kota Medan saat ini bisa terakses jaringan internet.

Hal tersebut, terang Bobby, menjadi salah satu faktor pendukung sekaligus infrastruktur dasar yang menjadikan ekonomi kreatif (ekraf) berkembang.

“Infrastruktur kita sudah mendukung, tinggal bagaimana kita bisa melihat sisi-sisi di sekitar kita untuk dijual secara positif. Misalnya saja, contoh nih, logat bicara kita, itu bisa jadi hal menarik bagi kalangan yang jarang mendengar gaya bicara kita ini. Kan bisa saja, logat itu jadi konten dan memberi nilai tambah. Yang seperti ini perlu kita gali dan dalami lagi,” ungkapnya.

Dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, Bobby Nasution mengaku, terpaan pandemi Covid-19 juga memberikan dampak positif.

Sebab, kondisi yang memaksa masyarakat untuk berinteraksi secara langsung akhirnya bisa dilakukan dengan mengedepankan pemanfaatan teknologi.

“Yang terpenting, sensifitasnya dikuatkan lagi. Tetap semangat, jadi SDM yang unggul, kompetitif, berdaya saing dan membanggakan,” kata dia seraya menambahkan bahwa dirinya memberikan tantangan bagi para content creator untuk membuat konten menarik selama mengikuti pelatihan yakni bagi dua orang pemenang akan menerima hadiah langsung dari Bobby Nasution masing-masing sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengatakan, Content Creator Fest akan berlangsung selama dua hari mulai 28-29 mendatang.

“Untuk peserta diikuti dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum. Sedangkan total peserta sebanyak 200 orang. Kita harap para content creator ini nantinya bisa mendukung sektor pariwisata dan ekraf Kota Medan,” ujar Agus.

OM-zan

Tinggalkan Balasan