MEDAN I okemedan. Tidak sedikitpun terpikir oleh anak-anak Taman Kanak-kanak Islam Sahara pada hari itu akan berpisah dengan guru maupun teman-temannya.
Sabtu (25/6/2022) pagi itu, mereka datang ke sekolah di Jalan Eka Warni Komplek Rispa V No 2 A, Kelurahan Gedung Johor Medan, memakai pakaian adat dari sejumlah daerah.
Wajah berseri-seri dan bersemangat terpancar. Karena pagi itu mereka unjuk keterampilan menari yang telah mereka geluti setelah beberapa bulan dilatih oleh guru-guru yang syarat pengalaman dalam mendidik dan membimbing anak usia dini.
Kelompok pun dibagi. Ada yang menari persembahan Melayu, ondel-ondel, Tari Aceh, Tari Ampar-ampar pisang dan Tor-tor pun tak ketinggalan.
Ada juga tampil beda, menghitung 1-20 dalam Bahasa Arab, menyebutkan nama Malaikat beserta tugasnya, menyebutkan Rukun Islam dan Iman, menyebutkan Nama Nabi dan Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Seketika itu perasaan gembira pun tampak pada anak-anak karena mampu tampil di atas pentas dan disaksikan para orang tua dan guru-guru.
Suasana tawa dan canda itu berhenti ketika Kepala Yayasan TK Islam Sahara, Syahrial memberikan kata sambutan.
Katanya, hari ini adalah terakhir untuk bersama-bersama selama tahun ajaran 2021-2022.
“Namun kami sangat berterima kasih atas kepercayaan para orang tua untuk mendidik anaknya di TK Islam Sahara, ini amanah yang besar dan kami yakin bisa menjalaninya,” ujar Syahrial.

Selama proses pembelajaran, kata Syahrial, TK Islam Sahara bersungguh -sungguh mendidik anak-anak masa depan bangsa dan agama. “Tidak ada membeda-bedakan, bahkan anak-anak sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Karena kami tahu bahwa anak-anak kita ini pewaris surga,” ucap Syahrial.
Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan para orang tua yang telah mendukung proses pembelajaran di TK Islam Sahara ini. “Kita tahu Covid-19 telah mengganggu aktivitas, namun karena semangat para guru, proses pendidikan tetap berjalan walau terbatas tapi tidak mengurangi harapan bersama untuk mendapatkan pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Sekolah TK Islam Sahara yang diwakili oleh Ibni Parhasni menyampaikan agar anak-anak didik yang akan melanjutkan ke sekolah dasar terus belajar agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.
“Saya atas nama TK Islam Sahara dan guru-guru ingin melepaskan 40 anak didik kami angkatan ke 26 ini. Bayangkan sekarang ada yang sudah jadi jaksa, KPK, kepresidenan, namun kalau berjumpa di jalan dengan saya tetap menegur,” kata Ibni di hadapan orang tua siswa, Ketua IGTKI Medan Johor Agus Wijanarko.
“Besok anak-anak sudah tidak ada lagi di sekolah. Ada yang libur dan masing-masing dengan kegiatannya untuk mempersiapkan ke sekolahnya. Kami mendoakan anak-anak kami sukses, taat kepada orang tua, agama dan cinta tanah air,” katanya.
OM-akbar








