DJ se-Sumatera Utara Berkumpul, Ada Apa Gerangan?

MEDAN | okemedan. Disc Jockey aka DJ alias pemandu lagu dari seluruh Sumatera Utara berkumpul di salah satu kafe di Medan, Minggu (19/6/2022).Ada apa gerangan?

Para DJ yang tergabung dalam Persatuan Disc Jockey Indonesia (PDJI)  Sumatera Utara itu rupanya hendak  membahas banyak hal lewat Musawarah Daerah (Musda). Maklumlah, tak lama setelah pengurus PD PDJI Sumut berhasil dibentuk dengan Ketua terpilih DJ Zidenk, badai Corona pun datang menghantam sehingga tak banyak yang bisa dilakukan untuk menjalankan roda organisasi konon lagi roda profesi.

Semua pihak yang berkarir di dunia hiburan, termasuk DJ mengalami dampak Covid-19. Rumah gempa bodi (diskotek, klab malam, bar dsb) tutup, event-event yang bisa menanggap DJ pun kosbar karena dilarang.

Kini roda ekonomi menggeliat kembali seiring berlalunya pandemi menuju endemi di tanah air. Itu berarti lampu hijau bagi mereka yang berprofesi sebagai disc jockey.

Diihat dari rundown musda, ada sejumlah pembahasan menjadi agenda pertemuan para DJ kemarin. Pembahasan tentang tugas pokok dan fungsi Biro terkait yang disampaikan DJ Febby, Pembahasan tentang tugas pokok dan fungsi Pengcab disampaikan langsung Ketua PDJI Sumut DJ Zidenk, Pembahasan  tentang Pekan Pemuda Nasional oleh DJ Cliff, Pembahasan Agenda Kerja Pengda dan Pengcab yang disampaikan DJ Hendry Lesmana.

Sebelum masuk ke acara pembahasan, lebih dulu kata sambutan disampaikan Ketua panitia Musda PDJI Sumut, DJ Faries dilanjutkan kata sambutan dari Ketua PDJI Sumut DJ Zidenk.

Dari hasil Musda PDJI Sumut tersebut disimpulkan prioritas utama dari kerja pengurus adalah peningkatan kualitas anggota melalui pelatihan-pelatihan.

Hal ini tidak terlepas dari target pengurus untuk mengikutsertakan para DJ Sumut mengikuti uji SKKNI ( Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia berupa rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Peserta Musda PDJI Sumut.

Salah satu DJ senior dan juga Dewan Pengawas, Hendry Lesmana kepada okemedan.com mengatakan skill DJ asli di masa dulu (era 80-an, 90-an) sudah hampir punah, seperti teknik speed hunting, frame, flow. “Mereka (DJ sekarang) gak menguasai lagi karena tergerus oleh teknologi. Nge-DJnya cuma ngandalin software,” ungkap Hendry prihatin.

Maka itu, pengurus sepakat meningkatkan pelatihan skill para DJ anggota PDJI Sumut yang jumlahnya 203 orang, yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Sumatera Utara.

Selain itu, pihaknya berharap dunia DJ Battle bisa diterima di acara-acara resmi seperti pameran dan sebagainya. Apalagi sekarang sudah ada festival yang diselenggarakan oeh pemerintah untuk DJ. Disc Jockey menjadi pilihan event lomba kreatifitas skala nasional.

Untuk itu, PDJ Sumut seperti disampaikan Hendry Lesmana, berharap ke depan akan selalu bekerjasama dengan beberapa venue sehingga DJ DJ Sumut dapat kembali menjalani profesinya penuh sukacita setelah dua tahun istirahat panjang akibat pandemi.

OM – diur

 

Tinggalkan Balasan