HukumMadina

Tersangka PETI Ditahan di Lapas Klas II B Panyabungan, Barang Bukti 4 Lembar Karpet

PANYABUNGAN I okemedan. Tersangka Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) berinisial AAN ditahan selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) II B Panyabungan dan dapat diperpanjang selama 30 hari.

Penahanan ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Madina, dikarenakan berdasarkan pertimbangan – pertimbangan dari Jaksa Penuntut Umum.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Madina, Novan Hardian, SH MH melalui Kasintel Kejari Madina, Fati Zaro Zai, SH, MH kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

Zai menjelaskan, pelimpahan AAN ini karena lokasi perkara terletak di Kabupaten Madina. Proses penyelidikan dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumut.

Dia menambahkan, setelah ditetapkan P21 tanggal 23 Maret 2022 oleh Jaksa Peneliti di Kejaksaan Tinggi Sumut, maka penyidik Polda Sumut melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejati Sumut tanggal 12 Mei 2022.

“Setelah penyidik Polda Sumut melimpahkan tahap II ke Kejati Sumut, maka pihak Kejati melimpahkan kepada Kejari Madina karena lokasi kejadian perkara di Madina,” jelasnya.

Zai juga menjelaskan AAN akan disangkakan dengan Pasal alternatif Pasal 161 Undang-Undang No 03 Tahun 2020 tentang perubahan Undang-undang No 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara atau alternatif pasal kedua yaitu pasal 109 Undang-undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Dari dua pasal alternatif nanti, ancaman ini bisa mencapai diatas lima tahun. Dan pihak Kajari juga sudah memerintahkan tiga orang Jaksa untuk mendampingi dua Jaksa dari Kejati Sumut sebagai Jaksa penuntut umum kepada tersangka,” jelasnya.

Dalam pelimpahan ini, barang bukti yang sampaikan Kejati Sumut hanya empat lembar karpet. Sementara dalam berkas dari penyidik terdapat lampiran ada sebuah excavator.

Namun menurut Zai, berdasarkan surat pelimpahan barang bukti excavator ini masih dalam pencarian pihak Penyidik di Kepolisan karena pada saat ditahan lalu, diberikan titip rawat kepada tersangka.

“Excavatornya saat ini masih dicari oleh pihak penyidik Dirkrimsus Polda Sumut dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian barang. Walaupun begitu, proses penuntutan akan terus kita lanjutkan. Secepatnya kami dari pihak Kejari Madina akan melakukan penuntutan ke pihak Pengadilan,” ungkapnya.

OMD – zamharir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button