MEDAN | Okemedan. Tari Gundala-Gundala dan Piso Surit sebagai tarian tradisional masyarakat Kabupaten Karo, menjadi salah satu target upaya pelestarian budaya khususnya budaya bukan benda oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Disbudparsu) melalui Bidang Seni Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif.
Kabid Seni Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudparsu, Elidawati SE, MAP, mengatakan itu ketika dimintai keterangan seputar kegiatan bidang yang dipimpinnya itu di Disbudparsu, Rabu (1/12/2021).
Elidawati lebih lanjut mengungkapkan, sehubungan upaya pelestarian kedua tari tradisional itu Bidang Seni Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudparsu telah melakukan proses pembuatan film dokumenter tari Gundala-Gundala dan Piso Surit di Kabupaten Karo pada kitaran awal November 2021.
“Perekaman gambar kedua tarian itu dilakukan di Desa Budaya Lingga, dengan melibatkan para penari dan pemusik Sanggar Nggara Simbelin di bawah pimpinan Simpe Sinulingga,” jelas Elidawati.
Dia menambahkan, untuk melengkapi film dokumenter itu juga dilakukan perekaman gambar tata cara dan proses pembuatan cimpa yang merupakan makanan ringan khas Kabupaten Karo.
Jadi, kata Elidawati, film dokumenter tari Gundala-Gundala dan Piso Surit itu dilengkapi gambaran keberadaan makanan ringan khas dan berbagai panorama objek wisata yang ada di Kabupaten Karo.
Juga dikatakannya, untuk mendukung kelancaran proses perekaman pembuatan film dokumenter tari Gundala-Gundala dan Piso Surit itu, Bidang Seni Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudparsu melakukan kerja sama dengan Disparbud Kabupaten Karo sebagai narahubung. *
OM – ys.rat








