Final Copa dan Euro, Apakah Tuan Rumah Dijadwalkan jadi Juara?

MEDAN | okemedan. Final Euro Inggris kontra Italia adalah pertarungan catur antara dua juru taktik, Southgate dengan Mancini. Bagaimana langkah pembuka dan siapa yang kuasai lapangan tengah sudah disusun rapi. Namun  penentu kemenangan tetap para bidak di lapangan. Kian besar daya juang maka kian dekat pula mereka dengan gelar juara.

Euro kali ini tercatat sebagai Euro produktif gol, sudah 140 gol tercipta dari format 151 laga. Selain itu juga tercatat sebagai festival gol bunuh diri,  dimana 11 gol diciptakan ke gawang sendiri.

Bagaimana halnya Copa? Final ada untuk dimenangkan, Messi dan Neymar, dua sahabat yang harus saling berhadapan dalam adu perebutkan gelar juara Copa.

Seperti sering dikatakannya, Messi hanya memiliki satu impian, yaitu memberikan gelar juara bagi negaranya. Ia ingin meninggalkan warisan bukan hanya pemain terbaik di level klub tapi juga di level tim nasional. Sayangnya, ia sering lupa mencetak gol ketika memainkan pertandingan penting perebutan gelar bersama Argentina. Semoga final nanti ia dapat mengakhiri 3 kutukan kegagalan di final, dua kali di Copa dan sekali di Piala Dunia.

Tiada tempat yang lebih tepat untuk merayakan kemenangan pertandingan bola selain Stadion Wembley, London dan Stadion Maracana, Rio de Janeiro untuk mempersembahkan gelar juara bagi pemenang.

Aaah, jadi teringat konsernya Queen – Freddie Mercury dengan lagu “We are the Champions” di Wembley di hadapan 75,000 penonton tahun 1985, lebih ramai dari penonton langsung final Euro Senin pagi nanti. “We keep fighting till the end / no time for losers ‘Cause  we are the champions”.

Sayangnya selalu ada yang menang dan kalah dalam setiap pertandingan. Dan juga keuntungan bagi setiap tuan rumah.

“Kekalahan itu tidak memalukan, yang memalukan itu menyerah, ” potong tetangga sebelah.

Benar juga ya, bang.

Analisis: Kishan Raj

Tinggalkan Balasan