KANDANG 10 – story by: Diurnanta Qelanaputra
Sampe sekarang awak gak tau kenapa diskotik di samping Hotel Dantob Jalan Imam Bonjol ini diberi nama “Dynasty”. Maybe aja karena dulu lagi hitsnya film seri telenovela berjudul “Dynasty” di TVRI.
Seingat awak masa itu juga ada tempat lain di Jalan Merbabu pakai nama yang sama, Kak`e. Bedanya yang ini kalok gak silap tempat kusuk kusuk plus. Kusuk laga bodi gitu. Tapi umurnya gak panjang karena terbakar bangunannya. Kalok salah tolong ralat.
Sebagai diskotek, Dynasty terbilang tampil beda. Soale gak murni tempat ajeb ajeb, juga ada live band. Paling sering band Bandung yang ngisi regular. Beda sama Fire atau Big Boy yang gak lama ganti jadi HM kepanjangannya Haus Musik, yang konsepnya live DJ terus. Beda lagi sama The Song di Tiara Hotel. Yang Pub sama Diskotek dipisah lobi lokasinya.
Konsep Dynasty mirip Lee Garden, Top Ten , De Paris. Setengki setengki. Setengah band main dan penyanyi, setengah lagi joget joget.
Kelebihan Dynasty dibanding yang lain gak mulu band yang main Top 40 dan lagu lagu Mandarin kek di Top Ten (terus ganti jadi De Paris) atau di Lee Garden di Unira: Universitas Nibung Raya, tapi juga ada special show band band rock dan metal pada hari Minggu.
Yang main regular malam hari di Dynasty pun list songnya gak lunak lunak kali, macam Feelbeat dan Lochness rada ngerock, Whisky Cool juga gitu, dan dari Medan ada MMG Plus punyanya Herwin Kampusi. Yang dimainin lagu lagu rock kayak Bon Jovi, Nirvana, Red Hot Chilli Peppers dll.
Jan tanyak Minggu sore di Dynasty, yang dimainkan lagu lagu keluar urat leher semua . Pulaknya bandnya juga band cadas macam Bhius Skull, Morbid, Lucifer, Izzy, Envy Suck, Bad Radio, MMG dll.
Disitulah awak salut sama bos Dynasty juga sama Managernya, Helman. Mau nampung talent talent rocker Medan bikin event di sana. Awakpun sempat bikin event, sistemnya bagi hasil dari ticketing.
Mungkin waktu itu, awal 90-an yang namanya exctasy alias inex lom beserak kali, Kak`e, mangkanya tamu masih bisa menikmati live band. Cobak inex hujan merata, maulah anak band dilempar botol pas bawak lagu mellow.
Ada juga waktu itu diskotek lain cobak ngisi di jam 00. an live band, kayak Skyroom di Olympia atas. Waktu itu MMG Plus dari Medan bawain lagu lagu Top 40 dan sebagian lagi rock rock radio-hits.
Tapi rupanya gak sebagus di Dynasty responnya. Mungkin segmennya juga beda. Jadi gak pakek lama MMG Plus disitu. Balek ke dance time kalok dah jam 00. Oya, dance time itu tamu berdansa diiringi lagu lagu selo dan romantis di bawah lampu warna ungu dan biru. Sekalian DJ istirahat chat chat di bawah sama tamu tamu. Yang nyetel lagu asisten DJ.
Tapi sejak masuk ajeb ajeb ala house, acara dance time didelet. Tamu maunya tripping terus, hajar geleng kiri kanan dari malam sampe pagi. Bir pun kurang laku, tamu asik pesan air mineral botol aja. Otomatis air mineral yang dulu tak dipandang jadi melambung. Bagusnya, tamu yang mabuk bekurang, lebih banyak yang ilusi (sekarang halu). Happy aja bawaan. Semua rasanya kawan.
Di Dynasty pulak sering digelar Minggu sore festival dan konser-konser musik cadas tematik. Cover chargenya dibikin murah, beda sama yang malam. Brand brand rokok macam Djarum, ikut mensupport event.
Yang datang nontonpun banyak walaupun talent atau line up performancenya talent local. Anak muda Medan waktu itu patenlah, mau keluar uang untuk nonton band Medan. Jadi keliru stigma orang Medan maunya gratis nonton show. Yang mau gratis itu memang gak niat bayar dan dasar gak modal aja. Udah dibuktikan kog di Dynasty. Mau masuk gratis? Haa…ketauan diselintiklah ko sama sekuriti. Enak kali mau can pre. Masukpun dilarang pakek celana pendek dan sandal. Memangnya Aksara?
Nah, walaupun di diskotek dimainkan lagu lagu rock, heavy metal, alternative, grunge, sampe thrash tapi jangan pikir rusuh.
Setau awak semua event Minggu berlangsung tertib. Gak ada acara pecah botol atau rusak fasilitas. Pokoknya anak Medan itu kalok jadi penonton sportif kali. Padahal kadang penontonnya padat sampe gak da lagu tempat, duduk di lantai samping dance floor. Tapi asyik asyik aja selonjor selenjer di bawah. Yang penting soor.
Sekali waktu merayakan ulang tahunnya, Dynasty bikin Rap Festival. Masa itu lagu lagu rap dan bintangnya kayak MC Hammer, Vanilla Ice, Kriss Kross, Kris Panggabean (helloww Kriss…:) lagi hits.Dynasty pun berhias diri layaknya ada pesta.Acaranya digelar malam hari sampe dinihari. Festival rap memperebutkan Piala Olo Panggabean.
Di puncak acara sebenarnya Ketua Juri yang mengumumkan pemenang, Kak`e, tapi berhubung abis ketiga juri bersidang, abang ketua juri banyak kali minum bandrek bule alias Martell , Chivas,dan sejenisnya, alhasil mabuk beratlah kawan, Diapun mintak tolong awak, salah seorang anggota juri yang ganti bacakan pengumuman, takut besalahan dia pulak. Selesai pengumuman, Pak Ketua, mendiang Olo Panggabean menyerahkan hadiah trophi ukuran sebesar badan berikut hepeng kepada juara pertama. *** HABIS.
Didedikasikan kepada mereka yang pernah merasakan harubiru dan over the moon di Dynasty Discotheque Medan di awal 90-an. Time flies..Semoga semua sehat-sehat. dan senantiasa dalam lindunganNya.








