Penjelasan dr Zulhajji soal Hasil Radiologi Pasien Parwis Warga Sibanggor Julu

PANYABUNGAN | okemedan. Hasil pemeriksaan radiologi pasien atas nama Parwis, warga Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi perbincangan. Ada yang menyebut Parwis terpapar gas beracun H2S, tetapi pihak Rumah Sakit Umum Panyabungan menegaskan Parwis bukan mengalami H2S.

Hal itu disampaikan dr. Zulhajji Hamonangan, Sp. Rad, selaku Kepala Unit Radiologi sekaligus dokter pemeriksa pasien Parwis, kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).

Dalam surat hasil pemeriksaan radiologi tersebut, ada tertulis keterangan klinis ‘Intoksikasi Zat H2S.

Dr Zulhajji menjelaskan, keterangan klinis itu adalah catatan yang dikirimkan dokter pengirim untuk ditindaklanjuti di unit radiologi dengan melakukan Rontgen, tes rutin darah dan sebagainya.
“Dapat kami jelaskan format surat keterangan hasil pemeriksaan radiologi memang seperti itu, ada identitas pasien, dokter pengirim, dan keterangan klinisnya. Dan yang kita tuliskan di surat yang beredar itu keterangan klinis itu bukan kesimpulan, melainkan catatan dari dokter sebelumnya untuk kami tindaklanjuti pemeriksaan di radiologi. Artinya, catatan klinis itu diartikan sebagai kecurigaan atau sangkaan penyakit yang dialami pasien, bukan kesimpulan hasil pemeriksaan,

“Dan di dalam surat itu sudah jelas kami buat kesimpulan dari hasil pemeriksaan radiologi. Kesimpulannya adalah; Pneumonia Bilateral dan Kardiomegali, di situ jelas kesimpulannya kami buat. Itu kesimpulan hasil pemeriksaan radiologi. Tidak ada kesimpulan intoksikasi gas H2S,” jelas dr Zulhajji

Ia kembali mengatakan masyarakat agar tidak menyalahartikan hasil pemeriksaan radiologi yang dikeluarkan RSUD Panyabungan.

“Bagi masyarakat yang kurang memahami atau ada keraguan soal hasil pemeriksaan yang kami keluarkan bisa menghubungi kami supaya kami jelaskan. Jangan disalahartikan atau dipotong-potong. Keterangan klinis itu hanya sebagai catatan, bukan kesimpulan. Dan kesimpulannya jelas kami buat di surat itu, kesimpulan pemeriksaan kami atas pasien bernama Parwis adalah Pneumonia Bilateral dan Kardiomegali. Dan pasien ini seingat kami sebelumnya pernah juga berobat ke rumah sakit ke poli dalam,” sebutnya lagi.

Dapat diketahui, hasil pemeriksaan radiologi pasien atas nama Parwis ini mendadak jadi perbincangan masyarakat, karena disebut-sebut hasil pemeriksaannya pasien terpapar gas H2S.

Pasien Parwis ini masuk ke RSUD Panyabungan pada hari Minggu (16/5/2021) kemarin dan diindikasikan terpapar gas H2S karena ia bekerja dekat dengan wilayah PLTP PT Sorik Marapi Geothermal Power. Namun, pihak RSUD Panyabungan menyebut mereka tidak bisa menyimpulkan pasien terpapar gas H2S karena peralatan yang belum memadai.

OMD – zamharir

Tinggalkan Balasan