PADANGSIDIMPUAN | okemedan. Rendahnya pendapatan pajak di Kota Padangsidimpuan membuat Kota Padangsidimpuan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mampu menjadi kota mandiri. Bahkan dengan kondisi tersebut, diprediksi Padangsidimpuan masih akan butuh waktu sekitar 46 tahun lagi untuk mampu mandiri.
Sebab jika pendapatan asli daerah masih berkontribusi sekitar 10 persen kepada APBD, maka kebutuhan daerah masih tergantung pada kucuran dana pusat.
“Jika penerimaan pajak masihb rendah, maka kondisi ini akan meyebabkan Padangsidimpuan masih lama menjadi kota mandiri,” demikian paparan BPS Kota Padangsidimpuan pada acara Musrenbang Perubahan 2021 di Aula Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan, Senin (12/4) kemarin.
Jika anggaran pusat masih digunakan untuk kegiatan-kegiatan pemerintah setempat serta belum digunakan untuk kegiatan pembangunan daerah maka sulit bagi Kota Padangsidimpuan untuk menjadi kota mandiri.
Solusi yang ditawarkan adalah peningkatan pendapatan dari sektor pajak dengan terus meningatkan industri dengan mempermudah akses perbankan bagi para pelaku UMKM.
Sebab jika sektor perbankan hanya terbuka bagi PNS maka sektor ekonomi dan jasa tidak akan bisa bernafas. Padahal, angka pertumbuhan ekonomi di Kota Padangsidimpuan mengalami penurunan terutama akibat pandemi Covid-19.
Sektor lain yang perlu ditingkatkan adalah kualitas tenaga kerja, mengingat 19 persen tenaga kerja masih berpendikan SD, sementara di sisi lain jenis pekerjaan yang diakukan juga terjadi kesenjangan yang sangat tinggi.
Dimana jenis pekerjaan yang semestinya untuk kualifikasi sarjana ternyata dikerjakan oleh tenaga kerja dengan kuakifikasi SMA. Sehingga menimbulkan kesenjangan yang tinggi dengan meningkatnya jumlah pengangguran intelektual.
Bersinar
Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH mengatakan, arah pembangunan Kota Padangsidimpuan harus mengacu pada visi misi Kota Padangsidimpuan sebgai Kota yang Bersinar.
Sehinga program pembangunan yang direncanakan harus sebesar-sebesarnya dimaksimalkan untuk keejehteraan rakyat Kota Padangsidimpuan.
Hadir pada acara tersebut Forkopimda Kota Padangsidimpuan, OPD, DPRD, Perguruan Tinggi, LSM dan stakeholder lainnya
OMD-syawaluddin hasibuan








